Review Asus ROG Zephyrus M15: Laptop Gaming Ringan yang Mumpuni

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang akhir tahun lalu, Asus sempat memperbarui lini laptop gaming besutannya. Ketika itu, perusahaan memperbarui lini deretan Asus ROG dengan prosesor terbaru Intel, yakni Intel Core 10th Gen.

Salah satu yang mendapat pembaruan itu adalah model ROG Zephyrus M15 GU520LU. Laptop ini hadir dengan Intel Core i7-10750H, GeForce GTX 1660Ti, RAM 16GB DDR4-3200, dan SSD NVMe 1TB.

Tekno Liputan6.com pun berkesempatan menjajal laptop ini selama beberapa waktu. Untuk di Indonesia sendiri, Asus membanderol laptop ini dengan harga Rp 25 jutaaan.

Nah, seperti apa pengalaman yang diberikan laptop ini? Berikut ulasan singkat mengenai ROG Zephyrus M15.

Desain

ROG Zephryus M15 memiliki bodi berbahan metal dan untuk bagian depannya memakai bahan alumunium. Ada logo khas ROG di bagian bodi depan, tapi tidak disertai dengan pencahayaan RGB.

Desain ini harus diakui membuat tampilan ROG Zephyrus M15 tidak terlalu mencolok sebagai sebuah laptop gaming. Bahkan, kami merasa tampilan laptop ini cenderung elegan.

Beralih ke keyboard, Asus tidak menyertakan tombol numerik. Sama seperti laptop gaming kebanyakan, keyboard ROG Zephyrus M15 ini hadir dengan LED backlit.

ROG Zephyrus M15 memiliki layar berukuran 15,6 inci dengan dukungan refresh rate 240Hz. Layar laptop ini juga memiliki bezel yang tipis, baik di kanan dan kiri, termasuk bagian atas.

Sayang, perusahaan asal Taiwan itu tidak menyertakan webcam di laptop ini. Hal lain yang menarik dari laptop ini adalah bobotnya yang tidak sampai 2 kg, tepatnya 1,9kg.

Dengan bobot ini, ROG Zephyrus M15 harus diakui cukup portabel untuk sebuah laptop gaming. Karenanya, kami merasa laptop ini dapat mendukung mobilitas pengguna.

Untuk urusan konektivitas, laptop ini menawarkan port yang terbilang lengkap. Ada jack audio 3,5mm, port USB 3.2, port HDMI, ethernet, dan port untuk pengisian daya.

Performa

Tampilan Asus ROG Zephyrus M15 GU520LU. (Liputan6.com/ Agustinus M. Damar)
Tampilan Asus ROG Zephyrus M15 GU520LU. (Liputan6.com/ Agustinus M. Damar)

Sesuai kategorinya sebagai laptop gaming, hal pertama yang kami coba untuk mengetahui performanya adalah bermain gim. Hasilnya, kami merasa laptop ini mampu meladeni beragam gim dengan baik.

Kami mencoba memainkan beberapa judul gim di laptop ini, seperti Apex Legends, Injustice 2, FIFA 21, Shadow of the Tomb Raider, dan Star Wars Jedi: Fallen Order.

Setelah menjajalnya, kami merasa laptop ini mampu melibas seluruh gim tersebut dengan baik. Kami merasa tidak ada masalah berarti, termasuk saat menjajalnya dengan setelan grafis tinggi.

Kami juga sempat mencobanya untuk menyaksikan konten multimedia melalui platform streaming, dan hasilnya terbilang memuaskan. Terlebih, keluaran audionya cukup kencang, ditambah layar beresolusi tinggi.

Untuk gambaran, laptop ini berhasil mencatat skor keseluruhan 5.509 dengan pengujian Time Spy di 3DMark. Sementara skor pengujian grafis 5.730, dan CPU mencatat 4.525.

Dalam pengujian itu performa laptop itu juga diperkirakan mampu memainkan gim Apex Legends dalam 70 fps, sedangkan Battlefield V 60 fps.

Mengingat di masa pandemi ini ada anjuran untuk bekerja dari rumah, ROG Zephyrus M15 ini juga bisa menjadi andalan. Kebutuhan untuk produktivitas bisa dilibas dengan sangat baik.

Bobotnya yang terbilang tidak terlalu berat, harus diakui memudahkan kami apabila ingin berpindah tempat bekerja.

Kemampuan baterainya juga bagus, saat digunakan untuk mengerjakan dokumen atau sekadar browsing, laptop ini bisa bertahan sekitar 8 jam.

Kendati demikian, absennya webcam internal menjadi nilai minus dari laptop ini. Mengingat di era pandemi saat ini, aktivitas video conference kian sering dilakukan, sehingga webcam eksternal menjadi keharusan.

Kesimpulan

Tampilan Asus ROG Zephyrus M15 GU520LU. (Liputan6.com/ Agustinus M. Damar)
Tampilan Asus ROG Zephyrus M15 GU520LU. (Liputan6.com/ Agustinus M. Damar)

Secara keseluruhan, Asus ROG Zephyrus M15 dapat dikatakan merupakan laptop gaming yang serba bisa.

Hal itu bukannya tanpa alasan, mengingat laptop ini mampu menawarkan performa gim yang mumpuni, tapi juga mendukung kebutuhan produktivas sehari-hari penggunanya.

Bobotnya yang ringan ditambah desain ramping dan tidak terlalu mencolok sebagai laptop gaming, menurut kami, merupakan nilai tambah tersendiri.

Berbeda dengan laptop gaming yang identik dengan bodi besar dan berat. Kemampuan baterainya juga diakui cukup baik untuk menunjang aktivitas pengguna.

Hanya absennya webcam internal, kami akui harus sedikit mengurangi fungsi laptop ini untuk mendukung produktivitas. Kendati hal itu dapat disiasati dengan memakai webcam eksternal.

Untuk itu, kami merasa laptop ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang memang sering bermain gim dan menginginkan pengalaman yang mumpuni, tapi tidak ingin ketinggalan sisi produktivitas dan portabilitas.

(Dam/Ysl)