Review Buku Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Laskar Pelangi adalah sebuah novel yang pertama kali ditulis oleh Andrea Hirata. Novel Laskar Pelangi termasuk novel yang populer di Indonesia, bahkan novel ini diadaptasi menjadi sebuah film Indonesia yang sukses mendapatkan banyak penonton.

Novel Laskar Pelangi mengisahkan tentang 11 anak yang berasal dari keluarga miskin, yang selalu berjuang dalam menempuh pendidikannya di sekolah sederhana, yang ada di Belitong. Novel ini bisa dibaca semua umur, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dan bisa dijadikan sebagai motivasi untuk para pelajar.

Ada banyak hal menakjubkan yang dialami para anggota Laskar Pelangi. Anak-anak ini terus berjuang walaupun keadaan tidak bersimpati dengan mereka. Sekolah yang merupakan wadah untuk mereka mencari ilmu, nyaris dibubarkan Depdikbud Sumatera Selatan.

TERKAIT: She Smells of Turmeric, Novel tentang Perempuan yang Mencari Jati Diri Indonesia

TERKAIT: Ulasan Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia

TERKAIT: Ulasan Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam

Review Novel Laskar Pelangi

Foto Pemeran Film Laskar Pelangi Credit: Merdeka.com
Foto Pemeran Film Laskar Pelangi Credit: Merdeka.com

Judul: Laskar Pelangi

Penulis: Andrea Hirata

Halaman: 529

Penerbit: Bentang Pustaka

Tanggal Publikasi: 2008

Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan padamu negeri di akhir jam sekolah atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus, dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita.

***

Novel ini merupakan sebuah karya pertama yang diluncurkan oleh Andrea Hirata. Karyanya ini berhasil menembus royalti hingga Rp. 4 Miliar. Buku novel Laskar Pelangi berhasil diterima dikalangan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa.

"Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia."

Para Laskar Pelangi menempuh pendidikan di sekolah yang ada di Belitong, dengan fasilitas sekolah yang sangat minimal, bangunan yang hampir roboh dan guru yang sedikit. Sekolah tersebut dibangun dengan keikhlasan, yang merupakan sebuah harapan terakhir bagi para pelajar. Namun, sekolah tersebut nyaris dibubarkan Depdikbud Sumatera Selatan.

Kondisi sekolah tersebut sungguh memprihatinkan. Bangunannya sungguh tak layak untuk digunakan. Sang guru yang masih bertahan mengajar di sekolah tersebut, hanya dibayar menggunakan beras oleh orang tua murid.

"Kekuatan itu berasal dari ketekunan, keyakinan yang kuat untuk mencapai cita-cita keberanian dan pantang menyerah."

Kepala sekolah dan guru sekolah tersebut, berusaha membuat perubahan untuk sekolah dan para murid yang ada, sehingga para murid memiliki semangat belajar yang tinggi, serta memiliki cita-cita yang tinggi.

Karena banyaknya perubahan yang dilakukan oleh murid, maka kepalas sekolah dan guru tersebut memberikan julukan Laskar Pelangi, kepada para murid yang bersekolah.

"Bermimpilah setingi-tinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang."

Para Laskar Pelangi pun dibimbing oleh kepala sekolah dan guru, sehingga memiliki jiwa yang teguh hati, mampu untuk berkompetisi, saling menghargai dan semangat dalam menggapai cerita.

Para Laskar Pelangi berhasil menjuarai karnaval dan kejuaraan lainnya. Mereka menunjukkan kemampuannya, semangat dan mampu berkompetisi. Bahkan sekolah dengan akreditasi tinggi dan unggul, kalah dengan prestasi para Laskar Pelangi.

"Maka dinegeri ini, para pemimpi adalah pemberani. Mereka kesatria ditanah namun tidak perduli. Medali harus dikalungkan dileher mereka."

Novel Laskar Pelangi dikemas dengan alur cerita yang jelas dari awal hingga akhir. Penokohan yang digambarkan dalam novel pun tersampaikan dengan jelas. Sehingga para pembaca novel ini, berhasil menjiwai dan meresapi setiap cerita dan alur yang dikemas dalam novel ini.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dalam novel Laskar Pelangi. Kita harus semangat dalam menempuh pendidikan dan mencari ilmu, agar segala yang dicita-citakan berhasil digapai, seperti kesuksesan yang diraih para Laskar Pelangi.

Kata-Kata Novel Laskar Pelangi

ilustrasi membaca/Rachel Claire/pexels
ilustrasi membaca/Rachel Claire/pexels

1. "Kawan kadang kala, cinta dan gila samar bedanya."

2. "Hidup tanpa usaha adalah seperti mata yang tertutup mencari kucing hitam dalam kamar yang gelap sedang kucingnya tidak ada."

3. "Tanpa mimpi orang seperti kita akan mati."

4. "Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia."

5. "Hiduplah untuk memeberi yang sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima yang sebanyak-banyaknya."

6. "Kekuatan itu berasal dari ketekunan, keyakinan yang kuat untuk mencapai cita-cita keberanian dan pantang menyerah."

7. "Kita semua harus mempunyai cita-cita dan disekolah inilah perjalanan itu kita mulai."

8. "Jika kita tidak rajin sholat maka pandai-pandailah engkau berenang, tidak ada gunanya otot-ototmu itu."

9. "Sekolah ini berdasarkan budi pekerti bukan nilai demi tegaknya akhlak mulia."

10. "Maka dinegeri ini, para pemimpi adalah pemberani. Mereka kesatria ditanah namun tidak perduli. Medali harus dikalungkan dileher mereka."

11. "Nilai itu bukan yang berasal dari angka tapi dari hati."

12. "Teman sejati hanya datang satu kali dalam hidup. Dan kita harus tau bahwa teman sejati itu setia menemani kita dalam kadaan apapun."

13. "Bermimpilah setingi-tinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang."

14. "Bermimpilah karena tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."

15. "Tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu, jangan bersedih karena engkau hanya akan bersedih sendirian."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel