Review: Casio G-Shock GBD-100 SM, Teman yang Bikin Olahraga Makin Semangat

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Produsen jam tangan atau arloji terkemuka asal Jepang, Casio belum lama ini merilis beberapa produk terbaru. Salah satunya adalah G-Shock GBD-100 SM. Seperti produk-produk anyar lainnya, ada sejumlah teknologi dan fitur terbaru yang dihadirkan.

Fungsi utama jam tangan pastinya untuk mengetahui waktu, tapi dalam perkembangannya jauh lebih banyak dari itu. Seperti juga ponsel, jam tangan kini pun ada yang disebut smartwatch atau jam tangan pintar. Biasanya, jam tangan pintar setidaknya memiliki fitur touch screen, fitur sensor heart rate, dan kemungkinan besar telah dilengkapi dengan teknologi GPS.

Casio yang sudah diproduksi sejak 1983 ini pun tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menampilkan beragam fitur terbaru. Perubahan itu dibuat tanpa meninggalkan ciri khas mereka termasuk dalam hal desain dan daya tahan.

Kekuatan dan ketangguhan jam tangan G-Shock selalu menjadi prioritas Casio, sedangkan fitur-fitur lain juga terus dikembangkan sehingga semakin melengkapi kekuatannya. Melalui varian GBD-100, mereka berusaha menampilkan jam tangan yang tangguh dengan beragam teknologi dan fitur yang membuatnya masuk dalam golongan arloji pintar.

Dari segi desain, GBD-100 SM masih menampilkan karakter utana dari G-Shock yang tangguh dan kuat. Contohnya, desain bezel atau frame layar yang menonjol yang dikenal dengan pelindung tombol ini bisa menjadi pelindung saat jam tangan terbentur ataupun terjatuh. Dengan begitu efek hantaman tersebut tidak langsung mengenai bagian tombol yang biasanya terhubung secara langsung pada bagian mesin.

Lalu ada tulisan G-Shock dan Protection yang menjadi ciri khas di hampir semua model G-Shock. Selain itu, desain tali jam tangan yang selalu melingkar yang didesain dengan tujuan untuk meredam hantaman secara langsung pada bagian belakang jam ini. Tali jam mereka memang sangat khas dan rasanya sulit untuk dicari gantinya kalau rusak atau putus.

Yang menarik lagi, bagian sisi kiri dan kanan, alias sisi-sisi dimana tombol-tombol berada yang desainnya cukup keren dan berbeda dengan varian G-Shock sebelumnya.

Terhubung dengan Ponsel

Casio G-Shock GBD-100 SM. (dok.Instagram @gshockindo/https://www.instagram.com/p/CLyiGe5H1vv/Henry)
Casio G-Shock GBD-100 SM. (dok.Instagram @gshockindo/https://www.instagram.com/p/CLyiGe5H1vv/Henry)

Dirancang untuk menemani aktivitas berolahraga, G-Shock GBD-100 ini dirancang lebih compact dan seringan mungkin. Dengan berat sekitar 68 gram, jam ini terasa sangat ringan saat saya berkesempatan mencoba memakainya. Meski ringan, hal itu tak berpengaruh saat kita harus lari atau berolahraga selama beberapa jam.

Untuk fitur-fitur yang bisa menemani kita berolahraga, GBD-100 memang tak dilengkapi dengan fitur GPS, heart rate sensor, atau sensor kompas yang terdapat di beberapa varian G-Shock maupun arloji pintar lainnya.

Namun itu semua bisa tergantikan, karena arloji ini bisa dihubungkan dengan ponsel yang tentunya hampir selalu kita bawa kemanapun kita pergi termasuk saat berolahraga. Saat jam tangan sudah terhubung dengan ponsel, kita bisa lebih akurat dalam mengukur jarak misalnya, dibandingkan hanya mengandalkan sensor pedometer.

Kesan Awal

Waktu pertama kali mengenakan jam tangan ini, kesannya tak beda jauh seperti memakai varian G-Shock sebelumnya. Tapi yang terasa paling berbeda, ada tambahan warna hijau di beberapa bagian sehingga terlihat lebih dinamis dan tidak membosankan. Bentuknya kokoh, tapi seperti disinggung sebelumnya, sangat ringan dan cocok untuk dipakai jalan-jalan maupun berolahraga.

Namun yang membuat saya masih agak kagok, ada beberapa tombol di sisi kiri dan kanan yang beda dari varian G-Shock sebelumnya. Seperti tombol RUN yang berada di tengah di sisi kiri. Awalnya masih sedikit kesulitan atau terlupa untuk memencet tombol ini, tapi setelah beberapa kali penggunaan rasanya bisa lebih terbiasa.

Ini hanya masalah penyesuaian saja. Sesuatu yang baru memang sering membuat kita kagok atau kaget, tapi setelah beberapa lama biasanya akan terbiasa apalagi kalau kebiasaan itu akan lebih memudahkan kita.

Tali jam juga terasa enak saat dipakai, tidak terlalu menjepit sehingga tidak menganggu gerakan saya baik saat berlari atau sekadar berjalan. Saat tangan saya berkeringat, juga tidak terlalu terasa, meski sesekali saya mengelap keringat di pergelangan tangan supaya terasa lebih nyaman saja.

Hasil Pemakaian

Casio G-Shock GBD-100 SM. (Liputan6.com/Henry)
Casio G-Shock GBD-100 SM. (Liputan6.com/Henry)

Jam tangan ini terhubung dengan GPS pada ponsel untuk kalibrasi pengukuran jarak yang lebih cepat, gunanya untuk pengukuran jarak lari yang lebih akurat, bahkan saat digunakan tanpa koneksi ponsel.

Ada beragam fitur yang bisa digunakan lewat bantuan ponsel, seperti penggunaan GPS, kalibrasi penghitung langkah, estimasi kalori yang terbakar, kecepatan lari atau jalan dan kecepatan rata-rata, semua bisa terbaca dan tersimpan sebagai informasi personal.

Kita juga bisa membuat rencana mingguan untuk aktivitas olahraga dan bisa terekam di aplikasi tersebut. Kita juga bisa menerima notifikasi pesan yang masuk ke ponsel lewat jam tangan ini. Tentunya kita hanya bisa membacanya saja, untuk membalasnya tetap harus melalui ponsel.

Bagi saya yang sudah agak kesulitan melihat angka atau huruf di jam tangan, tentu sangat terbantu karena bisa melihat lebih jelas di layar ponsel. Fitur-fitur yang ada juga cukup memicu semangat saya untuk berolahraga, meski hanya sekadar jalan mengelilingi kawasan perumahan. Setidaknya, saya selalu berusaha bangun lebih pagi untuk berolahraga sambil mengenakan jam tangan ini.

Kesan Akhir

Casio G-Shock GBD-100 SM. (dok.Instagram @gshockindo/https://www.instagram.com/p/CLyiGe5H1vv/Henry)
Casio G-Shock GBD-100 SM. (dok.Instagram @gshockindo/https://www.instagram.com/p/CLyiGe5H1vv/Henry)

Fitur-fitur seperti penghitung langkah, kecepatan lari dan apalagi GPS, sebenarnya termasuk fitur yang sudah umum terdapat di jam tangan lainnya. Bahkan ada beberapa merek lain yang punya fitur lebih lengkap dan sangat pas bagi Anda yang rutin berolahraga.

Namun soal kenyamanan pemakaian, saya tidak bisa membandingkan karena belum pernah memakai arloji pintar tersebut. Kalau menurut saya pribadi, saya merasa lebih nyaman memakai G-Shock GBD-100 ini. Selain ringan, desainnya juga simpel dan tentunya tangguh, yang memang menjadi ciri khas varian G-Shock.

Jam tangan ini juga membuat saya jadi semakin terpacu untuk berolahraga, meski hanya olahraga ringan selama beberapa menit dalam sehari.

Namun sekali lagi, untuk melakukannya secara rutin dan konsisten tentu butuh usaha dan niat dari kita sendiri. Jam tangan pintar hanya sekadar sarana untuk membuat usaha kita jadi lebih menyenangkan.

Pakai Tali Strap di Masker, Apa Risikonya?

Infografis Pakai Tali Strap di Masker, Apa Risikonya? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pakai Tali Strap di Masker, Apa Risikonya? (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut: