Review Film Dignitate: Tak Sekadar Kisah Romansa Masa SMA

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta MD Pictures telah merilis film berjudul Dignitate yang diperankan oleh Al Ghazali dan Caitlin Helderman pada 23 Januari 2020. Film Indonesia yang disutradarai oleh Fajar Nugros dengan total durasi 1 jam 46 menit ini merupakan adaptasi dari Wattpad karya Hana Margaretha yang telah dibaca lebih dari 10 juta kali.

Film Dignitate bercerita tentang kehidupan Alfi (Al Ghazali) dan Alana (Caitlin Helderman). Alfi adalah anak SMA yang galak dan dingin, namun paling pintar di kelasnya. Sementara Alana adalah murid pindahan yang periang dan polos. Atas beberapa alasan, Alana mendapat tempat duduk bersebelahan dengan Alfi.

Mereka cukup sulit berteman karena sifat Alfi yang sangat kaku dan dingin. Namun, pada akhirnya mereka dapat berteman bahkan saling membantu dalam urusan pelajaran. Lambat laun, perasaan suka muncul di antara mereka.

Namun, kisah romansa yang digambarkan dalam film Dignitate tidak sedatar itu. Banyak fakta mengejutkan, plot tak terduga, dan pesan moral mendalam yang membuat film ini layak untuk ditonton. Penasaran apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

Judul yang Berkaitan dengan Konflik Tokoh

Karakter Regan yang diperankan oleh Giorgino Abraham. (Dok.Vidio)
Karakter Regan yang diperankan oleh Giorgino Abraham. (Dok.Vidio)

Judul Dignitate dalam bahasa Indonesia memiliki arti "bermartabat." Kata ini mengandung arti yang berkaitan dengan konflik sejumlah tokoh. Sebut saja Alfi, yang berusaha mempertahankan martabat keluarganya yang sempat hancur karena ulah Regan. Hal itupun yang memicu adanya sibling rivalry di antara mereka.

Sibling rivalry atau persaingan antara saudara kandung juga menjadi bumbu dalam film ini. Regan yang marah karena sering dibandingkan dengan Alfi, adiknya yang berprestasi dalam bidang akademik, menjadi sosok yang membenci keluarga. Regan pergi dari rumah dan menjalani hidup yang tidak jelas. Pada akhir film dijelaskan, bahwa setiap orang tua selalu memberi kasih sayang yang sama untuk semua anaknya, tidak ada yang dibedakan.

Selipkan Banyak Pesan Moral

Alana bersama ibunya mengunjungi sekolah baru. (Dok.Vidio)
Alana bersama ibunya mengunjungi sekolah baru. (Dok.Vidio)

Film Dignitate merupakan film yang ditargetkan kepada kalangan remaja atau penikmat film yang menggemari drama percintaan remaja. Meskipun begitu, film ini tidak dibuat untuk sekadar menghibur.

Banyak pesan moral yang dapat kita ambil dari film ini, seperti nilai pentingnya komunikasi dalam keluarga. Hal ini terlihat di salah satu scene di mana Alana yang marah kepada ibunya karena merasa selalu diatur. Ibunya yang mendengar itu mulai menyadari bahwa selama ini dirinya telah salah.

Tak hanya itu, film Dignitate menyoroti isu ketangguhan perempuan. Beberapa konflik dalam hidup Alana memaksanya untuk menjadi perempuan yang kuat. Alana yang menyadari itu mulai membentuk dirinya menjadi lebih tangguh. Serta ada pula sosok Ibu Alana yang terkenal akan ketegaran hatinya dan siap berjuang untuk hidupnya dan Alana.

Isu kesehatan mental juga turut dihadirkan dalam film ini. Ada sosok Tsabitha, teman Alana yang cenderung pendiam dan suka menyendiri. Sampai akhirnya salah satu faktanya terungkap bahwa ia memiliki luka masa lalu yang membuatnya trauma. Trauma masa lalunya itu yang kemudian mengganggu hari-harinya.

Tsabitha yang begitu membenci masa lalunya kemudian memutuskan untuk bunuh diri, namun tidak berhasil karena Alana datang menyelamatkannya. Dari cerita Tsabitha dapat disimpulkan bahwa trauma masa lalu menjadi sesuatu yang sangat mengganggu dan dapat berakibat fatal. Alangkah lebih baik jika mencari bantuan ketika semua trauma itu sudah tidak bisa dikendalikan.

Dibumbui Humor Khas Remaja

Adegan Alfi dan Alana yang dihukum di tiang bendera. (Dok.Vidio)
Adegan Alfi dan Alana yang dihukum di tiang bendera. (Dok.Vidio)

Dignitate tidak hanya menyajikan konflik dan pesan moral yang membuat film ini menjadi sangat serius. Sesuai targetnya, film ini juga menyelipkan unsur hiburan dan humor yang kerap hadir dalam dialog maupun gestur para tokoh. Sebut saja Keenan, teman Alfi yang paling suka bercanda. Keenan adalah pencair suasan dalam film ini.

Jangan lupakan scene perkelahian kecil ketika Alfi dan Alana yang dihukum di tiang bendera, di sana mereka saling bertengkar yang justru terlihat lucu. Ada pula adegan di mana Keenan dirundung oleh alumni yang diperankan oleh Joshua Suherman. Namun, bukan menyeramkan justru scene ini menjadi lucu karena dialognya yang kocak. Masih banyak sisi humor lainnya yang dijamin membuat Anda semakin terhibur.

Nonton Film Dignitate (2020) di Vidio

Tertarik untuk menonton film Dignitate? Kunjungi website Vidio atau download aplikasi Vidio sekarang! Jangan lupa berlangganan untuk saksikan film Indonesia populer lainnya bebas iklan.

Kunjungi juga blog Vidio untuk dapatkan informasi dan berita terbaru seputar entertainment dan sports seperti rekomendasi film, anime terbaru, sinetron, FTV, dan juga jadwal pertandingan olahraga karena #SemuaAdaDiVidio.

Penulis: Adhera Wardani

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel