Review Huawei MateBook D15: Dukung Produktivitas Sekaligus Teman yang Menghibur Saat WFH

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta - Huawei meluncurkan lini laptop MateBook terbarunya ke Indonesia pada April 2021, salah satunya adalah Huawei MateBook D15 versi Intel.

MateBook D15 sebelumnya sudah hadir untuk pasar Indonesia, namun ditenagai dengan prosesor AMD Ryzen, yang dirilis sekitar September 2020.

Kali ini, Huawei MateBook D15 versi Intel hadir dalam dua opsi warna yakni Space Grey dan Mystic Silver.

Unit yang kami ulas adalah Mystic Silver yang punya kesan cantik, elegan, tetapi juga agak mirip dengan produk laptop MacBook milik Apple.

Sekilas ketika baru mendarat di meja Tekno Liputan6.com, laptop ini tampak punya layar yang luas sehingga menyenangkan tidak hanya dipakai untuk bekerja tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan hiburan seperti main gim atau streaming film.

Bagaimana pengalaman singkat kami dengan Huawei MateBook D15 versi Intel, yuk simak ulasannya.

Desain

Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Seperti namanya, Huawei MateBook D15 hadir dengan layar 15,6 inci jenis IPS FullView. Besaran layar ini tentu menarik perhatian karena membuat tampilannya begitu lega dan bisa mengurangi kelelahan mata karena menatap layar berukuran kecil.

Layar MateBook D15 juga didukung resolusi 1.920 x 1.080 piksel atau FHD yang diboyongnya membuat output tampilan yang dihasilkan begitu halus dan detail.

Selain itu, layar MateBook D15 juga didukung sertifikat TUV Rheinland untuk perlindungan mata terhadap blue light.

Satu hal yang juga begitu kentara dari layar MateBook D15 adalah bezel di sisi atas, kanan, dan kiri yang begitu tipis (5,3mm) untuk ukuran laptop. Bahkan, Huawei menghilangkan webcam dari bingkai atas layar. Dengan begitu, perangat ini memiliki screen-to-body ratio hingga 87 persen.

Huawei "menyembunyikan" webcam di salah satu tombol di keyboard-nya, yakni di antara tombol F6 dan F7. Tujuannya adalah untuk membuat privasi pengguna kian terjamin tanpa takut diintip oleh pihak lain.

Desain simple, clean, dan elegan ini didukung oleh engsel yang smooth saat digerakkan serta keyboard yang nyaman untuk dipakai mengetik. Sayangnya di keyboard MateBook tidak didukung dengan lampu backlight.

MateBook D15 didukung dengan fingerprint scanner yang letaknya di tombol Power (sebelah kanan keyboard).

Di bawah keyboard, MateBook D15 juga menyertakan touchpad yang begitu luas sehingga operasional kursor tanpa mouse pun terasa begitu cekatan.

Huawei MateBook D15 menggunakan material metal/ logam, bukan plastik. Hal inilah yang membuat tampilan laptop jadi lebih elegan dan berkesan premium.

Kendati menggunakan material metal dan layarnya yang besar, bobot MateBook D15 juga ringan sehingga laptop ini cukup nyaman untuk menunjang mobilitas tinggi penggunanya.

Sekadar informasi, MateBook D15 memiliki bobot 1,62 Kg. Bobotnya setara dengan laptop 14 inci milik kompetitor.

Bentuknya yang ramping juga membuat laptop ini tidak memenuhi tas ketika dibawa bermobilitas. MateBook D15 memiliki ketebalan 16,9 mm.

Hal ini menjadikan MateBook D15 sebagai salah satu laptop 15,6 inci yang paling tipis sekaligus ringan ringan di rentang harganya.

Fitur

Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

MateBook D15 menyasar segmen pengguna anak-anak kuliahan, mereka yang fresh graduate, hingga para pekerja.

Oleh karenanya, selain mengunggulkan desain elegan, layar FullView, MateBook D15 juga didukung berbagai fitur yang mendukung produktivitas dan memudahkan pengguna.

Berikut berbagai fitur penting di MateBook D15 yang manfaatnya begitu kami rasakan selama penggunaan laptop ini:

- Fingerprint

Sudah disebutkan di atas bahwa fingerprint scanner MateBook D15 diletakkan di tombol Power. Selain menghemat ruang, hal ini juga memudahkan pengguna.

Perlu diketahui, Huawei mengklaim MateBook mereka merupakan perangkat PC Windows pertama di dunia yang menerapkan teknologi fingerprint untuk login.

Dengan begitu ketika menyalakan laptop, kita hanya perlu menekan tombol Power yang juga sekaligus sebagai fingerprint, lalu perangkat akan terbuka, tanpa perlu memasukkan kata sandi.

Hal ini tentu sangat praktis dan mempercepat ketika pengguna menyalakan perangkat. Misalnya kita terburu-buru untuk mengikuti meeting online, dengan fitur fingerprint untuk login ini, menyalakan laptop menjadi sangat cepat.

Selain itu, berdasarkan pengalaman, pembacaan fingerprint juga sangat cepat, bahkan kurang dari satu detik. Hanya menyentuhkan jari, laptop langsung bisa dibuka.

- Port

MateBook D15 didukung sejumlah port untuk memudahkan pengguna terhubung dengan berbagai jenis kabel.

Adapun port yang disediakan Huawei di MateBook D15 adalah 1 port USB Type C yang juga berguna untuk pengisian daya, 1 port USB 3.0, 2 port USB 2.0, 1 port HDMI, dan 1 port 3,5mm.

Dengan lengkapnya port di sisi kanan dan kiri laptop ini, kamu bisa menghubungkan satu port Bluetooth Mouse, menghubungkan flashdisk dan hard disk, mendengarkan musik menggunakan headset yang terhubung ke jack audio 3,5mm sampai menghubungkan perangkat dengan kabel HDMI.

- Webcam

Huawei MateBook D15 "menyembunyikan" webcam di salah satu tombol di keyboard-nya, yakni di antara tombol F6 dan F7.

Tujuannya adalah untuk membuat privasi pengguna kian terjamin tanpa takut diintip oleh pihak lain. Selain itu juga untuk membuat tampilan layar MateBook D15 kian luas tanpa gangguan kamera.

Konsekuensinya, karena kamera diletakkan dengan posisi lebih rendah dari mata, saat tengah dalam Zoom meeting, secara otomatis pandangan kita tidak akan mengarah ke kamera namun ke layar. Kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan laptop stand/holder.

Huawei Multi-Screen Collaboration

Fitur Multi-Screen Collaboration pada Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/Agustin Setyo W).
Fitur Multi-Screen Collaboration pada Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/Agustin Setyo W).

Kalau ada satu fitur yang paling kami sukai di MateBook D15 adalah Huawei Multi-Screen Collaboration. Bagaimana tidak, hanya dengan menyentuhkan smartphone Huawei ke dekat keyboard, kamu bisa mengakses smartphone dari laptop.

Cara menghubungkannya pun mudah, kamu hanya perlu mengaktifkan NFC, WiFi, dan Bluetooth di smartphone Huawei dan menyentuhkan smartphone dekat dengan keyboard.

Di MateBook, buka MyPhone kemudian pilih Connect. Dengan memilih untuk menghubungkan MateBook dengan smartphone Huawei, pada layar smartphone akan muncul kotak dialog meminta persetujuan untuk terhubung.

Ketika kamu memberikan persetujuan (di smartphone) untuk connect, kedua perangkat pun bakal terhubung.

Apa yang bisa dilakukan dengan koneksi ini? Layar laptop akan mulai menampilkan layar smartphone yang dapat dioperasikan sepenuhnya dari laptop.

Misalnya kamu menerima pesan Telegram atau WhatsApp di smartphone, pesan akan tampil di layar laptop dan bisa membalasnya dari laptop menggunakan keyboard MateBook.

Atau ketika kamu ingin memutar lagu di Spotify dari smartphone Huawei, kamu tinggal memilih lagu yang diinginkan lalu memutarnya. Nanti, selama perangkat terhubung, output suara akan dikeluarkan dari speaker laptop.

Ketika membuka Spotify dari smartphone, tentu saja menggunakan koneksi internet di smartphone, bukan koneksi WiFi di laptop.

Tidak hanya mengontrol smartphone dari MateBook, Multi-screen Collaboration juga memungkinkan kamu untuk memindahkan file atau foto dari smartphone ke laptop hanya dengan drag and drop. Drag and drop dapat dipakai untuk berbagi file dari smartphone ke laptop atau sebaliknya.

Sebagai informasi, kamu bisa membuka tiga layar smartphone di laptop menggunakan fitur Multi-Screen Collaboration ini. Misalnya 1 layar untuk buka Telegram, 1 layar untuk WhatsApp, dan 1 lagi untuk Spotify.

Perlu diketahui juga, koneksi Multi-Screen Collaboration hanya bisa dilakukan dengan smartphone Huawei yang memakai OS EMUI 10 ke atas.

Performa

Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Untuk menunjang performanya, Huawei MateBook D15 versi Intel, didukung dengan prosesor Generasi 10 Intel Core i5-10210U yang berjalan di kecepatan 4,9GHz.

Tidak hanya itu, MateBook D15 juga didukung GPU Intel UHD620 dan RAM video 2GB DDR5, serta RAM 16 DDR4.

Sementara ruang penyimpanannya menggunakan SSD dengan kapasitas 512GB.

Berbekal prosesor di atas, Huawei menjanjikan laptop ini bisa dipakai untuk mengedit foto, video, rendering model 3D, hingga main gim dengan lancar.

Untuk mendukung produktivitas pun, MateBook D15 mampu menjalankan kinerjanya dengan baik dan tanpa masalah, termasuk untuk mengakses Microsoft Office, browsing, streaming film di Netflix dan YouTube, dan lain-lain.

Berdasarkan pengujian benchmark menggunakan aplikasi Cinebench, MateBook D15 menorehkan multi-core 3.429 poin dan single-core 1.053 poin.

Sementara berdasarkan pengujian Huawei menggunakan PC Mark 10 diperoleh skor 4.359 poin dan 5.003 poin pada 3D Mark 11P.

Sayangnya kami tidak banyak memainkan gim berat dengan laptop ini. Kami menjajal sejumlah gim dari Microsoft Store, seperti Asphalt 8: Airborne dan Sniper Fury.

Permainan berjalan dengan lancar, tidak nge-lag, grafis tinggi yang juga menampilkan pengalaman nyata.

Selama menggunakan laptop meski dipakai berjam-jam untuk main gim, streaming, hingga bekerja menggunakan pemrosesan kata dan browsing, kami sama sekali tidak merasa laptop panas berlebih atau berisik.

Huawei menyebut hal ini karena dukungan Huawei Shark Fin Fan versi baru yang diklaim mampu mengeluarkan 27 persen lebih banyak udara dan membuat performa lebih dingin. Dibanding versi sebelumnya bahkan perfoma pendinginan ini 33 persen lebih tinggi dibanding pendahulunya.

Terakhir tentang performa baterai, Huawei MateBook D15 didukung baterai jenis lithium polymer dengan kapasitas 42Wh. Huawei menggunakan pengisian daya Adapter USB-C dengan kemampuan pengisian daya 65W.

Berdasarkan pengalaman, pengisian daya hingga penuh butuh waktu sekitar 1-1,5 jam. Baterai penuh bisa mendukung kerja laptop hingga seharian.

Kesimpulan

Charger Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/Agustin Setyo W).
Charger Huawei MateBook D15 (Liputan6.com/Agustin Setyo W).

Menyasar segmen pengguna muda yang aktif bekerja mobile, MateBook D15 mampu menyuguhkan desain tipis, bobot ringan, dan performa yang mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.

Kami telah mencoba perangkat ini selama beberapa hari dan merasa bahwa laptop dengan layar seluas 15,6 inci ini nyaman digunakan baik untuk bekerja mendukung produktivitas, streaming video, hingga main gim.

Ketika dipakai streaming baik YouTube maupun Netflix, gambar yang dihasilkan juga apik dan memanjakan mata. Dukungan speaker yang dibenamkan di perangkat ini pun menghasilkan suara yang cukup jernih dan kencang, ketika dipakai mendengarkan musik atau menonton film.

Selain performa yang tidak mendukung produktivitas, fitur favorit kami ketika menggunakan MateBook D15 tentu saja Multi-Screen Collaboration dan fingerprint sebagai peranti login.

Multi-Screen Collaboration memungkinkan kerja lebih produktif dan seamless, karena pengguna tidak perlu sering mengecek smartphone untuk melihat apakah ada notifikasi penting.

Cukup dengan menampilkan layar smartphone di laptop, kita tetap bisa membalas pesan penting atau memindah lagu di Spotify dengan bantuan mouse atau kursor.

Meski tergolong baru memasuki industri laptop, Huawei tampaknya serius menawarkan MateBook untuk bersaing dengan laptop merek lainnya. Pasalnya, pengalaman yang dihasilkan dengan laptop ini cukup lancar dan nyaman meski belum sempurna.

Kelebihan:

- Layar besar FullView menyuguhkan pengalaman sinematik saat menonton film streaming.

- Desain tipis dan ringan, enak untuk dibawa kerja mobile

- Perlindungan privasi dengan menempatkan webcam di keyboard

- Performa yang nyaman untuk bekerja, tidak cepat panas, tidak berisik

- Pengisian daya cepat

- Multi-Screen Collaboration yang seamless

- Fingerprint untuk login mempercepat pembukaan laptop.

Kekurangan:

- Keyboard tidak dilengkapi dengan backlight

- Tidak didukung card-reader

- Huawei bisa membekali dengan kapasitas baterai lebih besar mengingat layarnya yang luas

- Posisi webcam di keyboard membuat mata tidak sejajar dengan kamera.

(Tin/Isk)