Review Huawei MatePad: Tablet Rp 4 Jutaan, Serba Bisa Dukung WFH dan Hiburan

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, Huawei memboyong tablet kelas menengahnya yang bernama Huawei MatePad. Perangkat ini dibanderol dengan harga Rp 4 jutaan.

Tekno Liputan6.com berkesempatan untuk mencoba perangkat berukuran layar 10,4 inci.

Kami memakainya untuk mendukung kegiatan work from home sekaligus memenuhi kebutuhan hiburan sehari-hari. Bagaimana pengalaman pemakaiannya selama kurang lebih 2 minggu? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Desain

Huawei MatePad mengusung desain yang sederhana, minimalis, ringan, tetapi tidak terkesan murahan. Itulah kesan pertama kami ketika memegang perangkat ini.

Unit MatePad hanya hadir dalam satu opsi warna yakni Midnight Grey. Ketika dipegang, bodi MatePad terbilang agak licin meski tampilan bodinya doff.

Bodi belakangnya yang hanya dilengkapi tulisan Huawei di bagian tengah. Sementara, kamera ditempatkan di sudut kanan, lengkap dengan LED flash. Penempatan logo Huawei dan kamera ini membuat tampilan perangkat lebih clean dan elegan.

Pada tiap sisinya, MatePad mengusung sudut agak bulat (rounded) yang nyaman dipegang. Bodinya tak terlalu tebal (7,35mm) dan bobotnya pun sangat ringan (450 gram) sehingga nyaman ketika dibawa kemana-mana.

MatePad didukung frame aluminium yang cukup kokoh. Di bagian atas (dilihat dengan tampilan lanskap) terdapat 4 mikrofon dan sebuah tombol volume.

Sementara pada sisi kanan dan kiri frame, terdapat masing-masing dua speaker yang menghasilkan suara cukup nendang.

Di bagian sisi kiri, terdapat sebuah tombol Power. Sementara di sisi kanan, ada sebuah port USB type C untuk keperluan pengisian daya dan transfer data.

Pada sisi bawah, frame dilengkapi dengan sebuah tray untuk menempatkan microSD yang bisa dibuka dengan ejector. Penting dicatat, pada tray tersebut tidak ada slot menempatkan SIM card sehingga kamu harus puas dengan koneksi wifi.

2. Layar

Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Beralih ke bagian layar, MatePad mengusung desain layar FullView dengan ukuran 10,4 inci. Jenis layar yang dipakai adalah IPS dengan tingkat kecerahan 470 nits dan resolusinya 2.000x1.200 piksel

Bagian layar hadir dengan bezel yang tak terlalu tipis tetapi tidak berpengaruh pada pengalaman memakai layar. Yang paling menyenangkan dari layar tablet MatePad ini adalah penempatan kamera di di bezel atas (tampilan lanskap).

Hal ini sangat berguna bagi pengguna tablet yang melihat perangkat secara lanskap.

Dengan demikian, ketika video conference untuk keperluan bekerja atau sekolah, mata pengguna langsung tertuju ke arah kamera, bukan ke arah samping kiri.

Menurut kami, hal sederhana ini membuat penggunaan perangkat untuk bekerja atau sekolah online jadi lebih optimal.

Fitur lain-lain yang juga cukup berguna mendukung aktivitas WFH adalah mode eBook yang membuat layar hitam putih ketika dipakai membaca. Dengan begitu mata tidak akan pedih meski pengguna berlama-lama melihat layar.

Ada juga opsi mata nyaman, yang memungkinkan pengguna lebih nyaman menatap layar dengan mengubah tone layar jadi kekuningan.

3. Antarmuka dan Software

Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

MatePad menggunakan antarmuka EMUI 10.1 yang berbasis Android 10. Sepengalaman kami menggunakan tablet ini, antarmukanya begitu intuitif dan smooth. Kami merasa pengalaman untuk membuka berbagai aplikasi di tablet ini sangat lancar dan tidak lemot.

Pengguna diberikan opsi navigasi sistem dengan metode gesture (sentuhan) ke kanan, kiri, dan atas ataupun navigasi dengan tiga tombol.

Selanjutnya ke bagian aplikasi, MatePad seperti perangkat Huawei lain tak lagi mengandalkan Google Mobile Service, melainkan memakai Huawei Mobile Service.

Pengguna harus beradaptasi dengan ekosistem HMS jika ingin memakai tablet ini. Takut ribet? Jangan khawatir, Huawei sudah menghadirkan toko aplikasi bernama AppGallery yang menyediakan berbagai aplikasi penunjang kebutuhan sehari-hari pengguna.

Aplikasi perbankan, berita, gim, e-commerce, streaming musik, media sosial, Office, hingga aplikasi cek kuota dari operator sudah ada di toko aplikasi ini.

Jika dirasa kurang, pengguna bisa memakai Petal Search untuk memudahkan pencarian aplikasi. Cara pakainya mudah, pengguna hanya perlu membuka Petal Search, kemudian mencari aplikasi yang diinginkan, misalnya Netflix.

Mesin pencari kemudian akan membantu menemukan apk Netflix dari sumber yang terpercaya. Selanjutnya pengguna diminta untuk mengunduh file apk dan menginstalnya pada tablet.

Tak butuh waktu lama, Netflix yang tidak ada di AppGallery pun langsung terpasang di tablet. Hal ini juga berlaku untuk aplikasi lain seperti Zoom, Ms Teams, dan lain-lain untuk mendukung aktivitas bekerja dari rumah.

Opsi lain untuk memenuhi kebutuhan aplikasi adalah dengan Tablet Clone. Tablet Clone memungkinkan pengguna memindahkan aplikasi dari smartphone lama ke tablet MatePad.

Cara pakainya mudah, pengguna hanya perlu memasang Phone Clone di smartphone, menghubungkan kedua perangkat, kemudian memilih aplikasi yang hendak dikloning ke tablet MatePad.

Untuk yang satu ini, pengguna harus ingat bahwa tidak semua aplikasi yang dikloning dapat berjalan di MatePad, terutama jika aplikasi tersebut merupakan besutan vendor lain seperti Samsung Notes.

Aplikasi lain seperti editor foto, gim, aplikasi chatting, media sosial, dan atau streaming musik bisa dipindahkan dan dipakai dengan lancar.

4. Performa

Huawei MatePad untuk ngegim (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MatePad untuk ngegim (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

MatePad didukung dengan chipset Kirin 810, RAM 4GB, dan memori internal 64GB yang bisa diperluas hingga 512GB via micro SD card.

Secara keseluruhan, untuk mendukung tugas-tugas harian seperti video conference, pemrosesan kata dengan Office, bermain media sosial, dan chatting semuanya belangsung dengan lancar.

Perpindahan antar aplikasi juga berlangsung dengan mulus dan tidak ada lag. Bisa dibilang, secara performa MatePad mampu mendukung penggunaan sehari-hari dengan baik.

Untuk menguji kebolehannya, Kami menguji MatePad untuk bermain gim seperti PUBG Mobile dan COD Mobile.

Hasilnya, permainan berjalan dengan cukup mulus dan tidak ada hambatan. Untuk permainan COD Mobile, grafis yang ditawarkan hingga sangat tinggi dan frame rate tinggi.

Sementara ketika dipakai main PUBG Mobile, grafis bisa dipilih hingga level HD dan frame rate high.

Kami juga menguji benchmark dengan aplikasi AnTuTu Benchmark dan 3D Mark. Berikut adalah skor masing-masing benchmark.

Skor 3D Mark:

5. Kamera

Kamera utama Huawei MatePad usung sensor 8MP (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Kamera utama Huawei MatePad usung sensor 8MP (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Tablet ini didukung kamera utama 8MP dengan dukungan autofokus dan flash. Sedangkan kamera selfie-nya mengusung lensa ultra wide dengan sensor 8MP.

Ada beberapa mode yang dibawa seperti mode pro, panorama, hingga HRD.

Ketika kami mencoba untuk memotret dengan kamera baik depan maupun belakang, foto yang dihasilkan terbilang biasa saja.

Hal ini tentu sangat bisa dimaklumi dan tentu tidak mengganggu pemakaian sehari-hari, karena tablet memang bukan alat yang dipakai untuk mendukung fotografi, melainkan untuk produktivitas dan hiburan.

Berikut kami lampirkan sejumlah hasil jepretan dari kamera MatePad.

Foto di dalam ruangan:

Foto malam hari:

Hasil foto selfie:

6. Fitur Pendukung WFH atau Sekolah Online

Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

MatePad didukung sejumlah fitur yang penting untuk membantu penggunaan saat WFH atau sekolah online.

Fitur pertama adalah baterai yang besar, yakni 7.250mAh yang sangat awet digunakan. Untuk penggunaan normal, tablet ini bisa bertahan hingga 2 hari.

Sayangnya tablet ini tidak didukung pengisian cepat, sehingga pengisian daya berlangsung lumayan lama, yakni sekitar 3,5 jam-an.

Fitur kedua yang mendukung WFH adalah multi-window. Fitur ini memungkinkan pengguna membuka dua aplikasi secara bersamaan di satu layar. Misalnya untuk mengetik di Office sembari membuka browser atau email.

Caranya pengguna hanya tinggal membuka satu aplikasi (misalnya Office). Lalu untuk menampilkan multi-window, kamu bisa menggeser pojok kanan layar ke arah kiri hingga muncul tanda kotak. Kemudian tarik aplikasi yang ingin dibuka di layar multi. Kedua aplikasi pun bisa berjalan bersamaan di satu layar.

Ketiga, kolaborasi multi-layar. Jika kamu pengguna smartphone Huawei EMUI 10 atau lebih baru, kamu bisa memanfatkan fitur ini.

Kolaborasi multi-layar memungkinkan kamu untuk membuka notifikasi ponsel di tablet. Jadi, ketika sedang bekerja kamu tak perlu terganggu dengan banyaknya notifikasi yang masuk ke ponsel karena kamu bisa membukanya di layar tablet.

Keempat dan yang paling berguna saat video conference WFH adalah FollowCam yang ada di menu aksesibilitas. FollowCam memungkinkan kamera mengikuti gerakan pengguna saat video call/ conference.

Kami menguji fitur ini ketika melakukan panggilan Zoom dan MeTime. Kamera depan MatePad akan mengikuti pergerakan si pengguna.

Misalnya ketika pengguna mundur, kamera akan zoom, saat pengguna maju kamera akan menampilkan tampilan wide. Lalu, saat pengguna bergeser, kamera pun mengikuti agar wajah pengguna tetap terlihat saat video call berlangsung.

Kesimpulan

Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Huawei MatePad (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Meski dibanderol dengan harga yang terjangkau, kami cukup terkesan dengan performa dan pengalaman penggunaan Huawei MatePad.

Performanya sangat smooth dalam mendukung aktivitas work/school from home, baik itu untuk pemrosesan kata, video conference, membaca eBook, browsing, chatting, ataupun streaming musik dan film.

Sayangnya dari segi kamera, menurut kami Huawei bisa menghadirkan kemampuan fotografi yang lebih baik lagi, layaknya di smartphone. Meski begitu, kondisi kamera MatePad saat ini tidak begitu mengganggu performa perangkat.

Secara keseluruhan, MatePad sangat relevan mendukung WFH atau sekolah online. Tablet ini bisa jadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin membeli tablet di harga Rp 4 jutaan.

Kelebihan:

- Berbagai fitur pendukung seperti FollowCam, Ebook Mode, Multi-Window, kolaborasi multi-layar begitu mendukung kegiatan WFH

- Kinerja Kirin 810 cukup powerful mendukung berbagai penggunaan, baik profesional ataupun gaming

- Kamera selfie ditempatkan di bagian atas (tampilan lanskap)

- Harga cukup terjangkau

- 4 speaker Harman Kardon yang mendukung output suara lantang

Kekurangan:

- Nihilnya layanan Google Mobile Service

- Paket penjualan tidak dilengkapi keyboard dan stylus Huawei

- Hasil jepretan kamera biasa saja

- Versi yang hadir di Indonesia tanpa slot SIM card

(Tin/Ysl)