Review Oppo Reno3: Kamera Mumpuni untuk Pecinta Fotografi Mobile

Liputan6.com, Jakarta - Sekitar dua bulan lalu, Oppo merilis smartphone kelas menengah yakni Oppo Reno3. Perangkat ini jadi penerus Oppo 2F yang dirilis tahun lalu.

Seperti seri Reno pada smartphone terdahulu, Reno3 mengandalkan kemampuan kamera utama. Hal ini sesuai dengan tagline Oppo Reno3, yakni Clear in Every Shot.

Dalam peluncuran Reno3 yang digelar secara online-pun, Oppo menjanjikan kemampuan kamera mumpuni untuk menjepret segala suasana, siang, malam, indoor, maupun outdoor. Begitu juga dengan kamera selfie-nya.

Lantas, bagaimana pengalaman menggunakan Oppo Reno3? Berikut adalah hasil review Tekno Liputan6.com.

Desain

Tampilan bodi belakang Oppo Reno3 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Oppo Reno3 mengusung desain yang berbeda ketimbang pendahulunya. Reno 2F mengusung desain layar penuh tanpa notch dengan kamera selfie pop-up.

Sementara di Reno3 bisa dibilang desainnya lebih konvensional dan sederhana dengan sebuah waterdrop notch untuk menempatkan kamera selfie.

Bagian ini bisa dibilang agak mengecewakan karena desain smartphone kamera pop-up pada Reno 2F membuat perangkat lebih mencuri perhatian.

Sementara, bagian bodi smartphone Reno3 menggunakan material polycarbonate dengan opsi warna polos Midnight Black dan Sky White.

Kami mendapatkan perangkat review berwarna Midnight Black, di mana warna yang diusung adalah hitam yang tidak terlalu solid dan lebih glossy. Ketika dipegang pun, bodi belakangnya kerap menampilkan ceplakan saat tangan berkeringat.

Bagian pinggir bodi belakang smartphone ini lengkungan yang membuatnya lebih pas di tangan. Kamera utama diletakkan di bagian kiri atas bodi belakang.

Ada empat kamera dengan susunan vertikal ke bawah dan sebuah LED flash di sampingnya. Logo Oppo ditempatkan di sisi kanan bawah.

Secara tampilan, perangkat Oppo Reno3 memang tampak biasa saja, tetapi smartphone ini cukup nyaman ketika digenggam. Bodinya tidak terlalu licin dan bobotnya pun ramping dan ringan.

Oppo menempatkan tombol power di bagian sisi kanan perangkat, sehingga ketika digenggam, jari pengguna bisa pas untuk meraih tombol tersebut.

Sementara, di sisi sebelah kiri terdapat tombol volume up and down.

Sementara di atas tombol volume terdapat dual slot SIM card dan microSD.

Pada sisi bawah smartphone terdapat jack audio 3,5mm, port USB type C, mikrofon, dan sebuah speaker. Di sisi atasnya terdapat sebuah mikrofon untuk membuat panggilan suara terdengar jelas.

Oppo Reno3 memiliki luas layar 6,4 inci dengan jenis Super AMOLED. Berbekal layar Super AMOLED ini, tampilan layar begitu jernih dan memanjakan mata. Ketika dipakai di bawah cahaya matahari pun, tingkat kecerahannya bisa disesuaikan sehingga pengguna tetap bisa melihat layar dengan baik.

Reno3 juga memiliki fingerprint di layar yang cekatan ketika membuka kunci smartphone.

Hasil Kamera

Kamera Oppo Reno3 (Liputan6.com/Agustin Setyo W)

Oppo Reno3 dibekali kamera utama 48MP dengan bukaan bukaan f1.79, kamera ultra wide angle (119 derajat) 8MP dengan bukaan f2.2, kamera telephoto 13MP dengan bukaan f2.4 dan lensa black and white atau mono 2MP dengan bukaan f2.4.

Kehadiran lensa mono ini diklaim membuat kontras hasil foto yang lebih jelas dengan karakter hitam putih yang lebih kuat.

(Keterangan foto: Hasil foto Oppo Reno3 memperlihatkan objek yang detail dan background foto blur yang cukup rapi)

(Keterangan foto: Hasil foto Oppo Reno3 juga mampu menampilkan warna foto yang cerah, seperti objek aslinya)

Sesuai tagline-nya dengan kamera 48MP, Oppo Reno3 mampu menghasilkan kualitas foto interpolasi setara 108MP.

Oppo Reno 3 juga memanfaatkan teknologi AI untuk hasil foto yang lebih maksimal. Untuk foto malam hari, Oppo Reno3 menghadirkan fitur ultra dark mode, di mana smartphone menganali cahaya dengan bantuan kecerdasan buatan.

Oppo Reno3 juga didukung dengan kemampuan kamera 5x hybrid zoom dengan 20x digital zoom.

Sementara urusan selfie diserahkan ke kamera 44MP dengan dukungan AI.

Performa

Oppo Reno3 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Dalam spesifikasi di atas kertas, Oppo Reno3 didukung chipset Helio P90 dari MediaTek untuk performanya.

Perangkat ini juga memiliki RAM 8GB dan ruang penyimpanan internal 128GB. Kami menjajal Oppo Reno3 untuk berbagai kegiatan, seperti main gim, penggunaan kamera untuk foto dan rekam video, hingga kinerja sehari-hari seperti untuk menggunakan media sosial.

Hasilnya, untuk kegiatan sehari-hari, perangkat ini cukup cekatan ketika digunakan. Tidak terasa ada lag meski smartphone dipakai membuka sejumlah aplikasi sekaligus. Perpindahan antar aplikasi pun terasa smooth dan tidak lemot.

Kami menjajal untuk bermain gim seperti PUBG Mobile dan Asphalt 9. Untuk permainan PUBG Mobile, Oppo Reno3 memberikan default kualitas grafis High. Sayangnya, frame rate Ultra tidak mendukung grafis HDR dan Ultra HD.

Namun, pengguna juga bisa menyesuaikan Oppo Reno3 untuk menjalankan grafis Smooth dengan frame rate Ultra.

Meski begitu, pengalaman main gim PUBG Mobile dan Asphalt 9 berjalan dengan lancar. Selain itu, ketika smartphone dipakai untuk bermain selama satu jam, bodi perangkat juga tidak berubah menjadi terlalu panas.

Kami juga menguji performa work Reno3 menggunakan aplikasi PC Mark. Hasilnya, smartphone ini mendapatkan skor 6636 poin.

Baterai

Bodi belakang Oppo Reno3 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Mengenai baterai, Reno3 didukung kapasitas baterai standar smartphone di kelasnya, yakni 4.000mAh. Hanya, perangkat ini didukung pengisian daya cepat 20 watt VOOC 3.0.

Pengisian daya ini diklaim memungkinkan proses isi daya 50 persen dalam waktu 30 menit. Berdasarkan pengujian, perangkat ini bisa terisi penuh dari 0-100 persen hanya dalam waktu 1 jam lebih 15-20 menit.

Baterai Reno3 juga cukup bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan selama satu harian penuh.

Ketika digunakan untuk tethering, main gim, dan membuka kamera, perangkat ini bisa bertahan hingga satu hari.

Lebih lanjut, saat digunakan secara ekstrim tanpa henti, perangkat perlu diisi daya sebanyak 2 kali sehari. Namun hal ini tak terlalu masalah karena pengisian daya berlangsung cukup cepat.

Sementara, pengujian baterai di aplikasi PC Mark, Reno3 mampu bertahan selama 12 jam 36 menit.

OSIE Effect

Oppo Reno3. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Salah satu fitur yang baru hadir di Oppo Reno3 adalah OSIE alias Oppo Screen Image Engine.

Singkatnya, OSIE akan efektif meningkatkan kualitas gambar dan mengoptimalkan efek visual video pendek dan foto pada aplikasi populer seperti Instagram dan TikTok.

Fitur ini akan membuat hasil perekaman menggunakan kamera Instagram, misalnya, memiliki frame rate yang tinggi. Dengan begitu, ketika dibagikan, video jadi lebih bagus dan tidak pecah.

Penggunaan fitur ini bisa dilihat langsung ketika membuka aplikasi Instagram. Begitu fitur diaktifkan, OSIE bakal meningkatkan kualitas gambar di feed Instagram. Sebuah foto pun bisa jadi lebih jernih ketika efek ini diaktifkan.

Perhatikan pada gambar di bawah ini, merupakan tampilan ketika OSIE Effect diterapkan. Di mana bagian kiri tampak gambar sudah lebih cerah. Pada bagian tengah terdapat garis pemisah yang memperlihatkan sisi kanan belum diterapkan OSIE Effect. 

Kesimpulan

Sisi bawah Oppo Reno3 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Setelah menggunakan smartphone ini sekitar sebulan terakhir, kami menyimpulkan perangkat Reno3 yang dibanderol Rp 5,2 jutaan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari kamera, gaming, hingga kebutuhan entertainment.

Perangkat ini juga bisa jadi salah satu opsi jika kamu ingin membeli di rentang harga smartphone Rp 5 jutaan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan Oppo Reno3:

Kelebihan

1. Bodi nyaman digenggam meski materialnya terbuat dari plastik

2. Layar Super AMOLED

3. Hasil kamera utama yang memuaskan, untuk fotografi siang dan malam hari, begitu juga untuk fitur zoom-nya

4. Kapasitas RAM dan memori internal yang besar

5. Dukungan pengisian daya cepat yang sangat membantu memangkas waktu charging

Kekurangan

1. Desain layar waterdrop notch terasa sudah cukup ketinggalan untuk perangkat di atas harga Rp 5 juta

2. Opsi warna kurang variatif

3. Pada rentang harga ini, harusnya Oppo bisa memberikan chipset yang lebih premium untuk mendongkrak kinerja smartphone, terutama untuk pecinta mobile gaming.

(Tin/Ysl)