Review Poco M3, Apa Pantas Jadi New Entry-Level Killer di Indonesia?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Poco M3 baru saja meluncur di Indonesia. Saat diperkenalkan, smartphone ini diklaim sebagai new entry level killer untuk pasar ponsel Tanah Air.

Country Director Xiaomi Alvin Tse menuturkan klaim itu bukannya tanpa alasan. Sebab, Poco M3 hadir dengan beragam aspek, mulai dari desain, chipset, hingga kamera, yang lebih baik dari smartphone lain di kelas serupa.

Tim Tekno Liputan6.com pun berkesempatan mengulas Poco M3 dan mencoba beberapa hal yang menjadi andalan di perangkat ini. Untuk mengetahui seperti apa smartphone ini secara keseluruhan, simak pembahasan berikut ini.

Desain

Poco M3 hadir memiliki layar berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+. Bodi belakang smartphone ini berbahan plastik yang dikemas dengan gaya serupa leather.

Secara keseluruhan, desain smartphone ini terbilang apik. Satu hal yang patut diacungi jempol adalah bodi belakang yang dibuat bertekstur seperti kulit, padahal sebenarnya plastik.

Desain ini membuat tampilan Poco M3 terlihat lebih premium dari kisaran harganya. Sidik jari juga tidak membekas, sehingga membuatnya tidak mudah kotor.

Tekstur tersebut juga membuat Poco M3 terasa lebih mantap digenggam dan tidak licin. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan, kami kerap membuka case yang dipakai karena dirasa perangkat ini memang sudah nyaman dipegang.

Kebetulan, kami mendapat varian warna poco yellow. Warna ini mungkin terbilang terlalu cerah bagi sebagian orang, tapi kami merasa warna kuning yang dipakai tidak terlalu mencolok dan bahkan membuatnya tampil unik.

Performa

Poco M3 menggunakan chipset Snapdragon 662 dan unit yang kami terima didukung RAM 6GB dipadu ROM 128GB. Secara keseluruhan, kami merasa smartphone ini memiliki performa yang apik.

Saat membuka atau mengganti aplikasi, kami merasa tidak ada kendala berarti dan mampu berjalan baik. Poco M3 menjalankan MIUI 12 berbasis Android 10 dengan balutan Poco Laucher.

Bagi pengguna smartphone Xiaomi, tampilan antarmuka di Poco M3 sebenarnya tidak asing. Sebab tampilannya mirip MIUI, tapi disertai fungsi App Drawer yang dapat diakses dengan menggesar layar ke atas.

Fungsi pemindai sidik jari yang ada di tombol power juga terbilang cukup akurat dan cepat. Hadir dengan baterai berkapasitas 6.000mAh, daya tahan smartphone ini jelas menjadi andalan.

Kami merasa kemampuan baterai perangkat ini sangat baik. Saat dipakai dalam pemakaian normal, seperti menonton video, mendengarkan lagu, hingga mengakses media sosial, baterai Poco M3 mampu bertahan seharian.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, saat terisi penuh 100 persen di pagi hari, smartphone ini masih menyisakan sekitar 30 persen untuk dapat dipakai esok harinya.

Kemampuan baterai itu didukung pula dengan fitur fast charging 18W yang sudah ada di paket penjualan. Hanya mengingat kapasitas baterai yang terbilang jumbo, pengisian daya jelas membutuhkan waktu lebih lama.

Saat diisi daya dari keadaan baterai 17 persen untuk mencapai 55 persen dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Sementara untuk bisa mencapai 98 persen, kami membutuhkan waktu tambahan sekitar satu jam 30 menit.

Untuk multimedia, Poco M3 dibekali dengan speaker stereo. Berdasakan pengalaman saat pemakaian, kami merasa suara yang dikeluarkan cukup kencang dan kualitasnya apik, baik saat mendengarkan musik maupun menonton film.

Saat dipakai menonton, kami juga dapat menikmatinya dengan nyaman. Hanya saat dibawa ke luar ruangan dan di bawah terik matahari, layar smartphone terasa kurang terang, padahal sudah disetel pada kecerahan paling tinggi.

Beralih ke pengalaman gaming, Poco M3 dapat diajak bermain gim kelas menengah dengan baik. Saat memainkan PUGB Mobile dan League of Legends: Wild Rift dengan grafis menengah, kami tidak mengalami lag atau kendala lain.

Kamera

Penampakan bodi Poco M3. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)
Penampakan bodi Poco M3. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Kebutuhan fotografi diserahkan tiga kamera belakang yang masing-masing beresolusi 48MP (lensa utama), 2MP (lensa makro), dan 2MP (depth sensor), ditambah kamera depan beresolusi 8MP.

Secara keseluruhan, kemampuan kamera Poco M3 apik dan mampu menangkap detail dengan baik, tapi memang tidak istimewa. Kemampuan kamera smartphone ini juga ditunjang dengan fitur Night Mode.

Kami merasa tangkapan foto yang diambil saat malam hari dengan mengaktifkan fitur ini jauh lebih baik, ketimbang saat mengambilnya dengan fitur kamera standar.

Sementara untuk lensa makro, hasil yang dihasilkan terbilang standar. Tanpa berpanjang lebar, berikut ini adalah beberapa hasil tangkapan kami dengan menggunakan kamera Poco M3.

Atas: Night Mode, Bawah: Non-Night Mode

Kesimpulan

Boks penjualan Poco M3 di Indonesia. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)
Boks penjualan Poco M3 di Indonesia. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Kami merasa dengan banderol harga yang ditawarkan, Poco M3 mampu menawarkan pengalaman perangkat kelas menengah dengan harga entry-level. Hal itu tidak lepas dari pengalaman yang diberikan smartphone ini.

Mulai dari layar 1080p, performa mulus, baterai besar, desain berkesar premium, speaker stereo, ditambah kemampuan kamera utama yang baik dan dukungan fitur Night Mode yang terbilang di luar ekspektasi.

Berbekal kemampuan itu, kami merasa smartphone ini memberikan fungsi esensial yang dibutuhkan pengguna dengan sangat baik. Dengan kata lain, Poco M3 merupakan all-rounder smartphone.

Kendati demikian, bukan berarti smartphone ini tanpa kekurangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dukungan fitur fast charging ternyata tidak secepat perkiraan kami, padahal Poco M3 memiliki baterai jumbo.

Selain itu, absennya fungsi NFC mungkin bisa menjadi pertimbangan pengguna yang kerap memanfaatkan fitur tersebut di perangkatnya. Fungsi lensa makro juga terbilang standar.

Namun jika faktor tersebut tidak terlalu penting, smartphone ini jelas bisa menjadi pertimbangan bagi kamu yang membutuhkan perangkat entry-level dengan fungsi apik di banyak aspek.

(Dam/Isk)