Review Xiaomi 11T: Flagship Terjangkau Cocok untuk Bikin Konten, Kerja, dan Hiburan

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi belum lama ini meluncurkan smartphone barunya di Indonesia yakni Xiaomi 11T.

Meski hadir dengan spesifikasi layaknya smartphone flagship, Xiaomi 11T dibanderol dengan harga Rp 5.999.000. Harga di atas tentu cukup terjangkau dibandingkan flagship lainnya.

Lantas bagaimana pengalaman menggunakan Xiaomi 11T? Yuk simak ulasan dari Tekno Liputan6.com:

1. Desain

Xiaomi 11T hadir dengan desain bodi yang tebal dan besar. Bobotnya cukup berat untuk sebuah smartphone, yakni 203 gram.

Satu hal yang paling khas dari Xiaomi 11T adalah bentuk modul kameranya di bodi belakang. Di dalam frame berbentuk persegi panjang yang agak memonjol, terdapat tiga kamera yang ditempatkan di dalamnya.

Terdapat dua kamera berukuran lebih besar dengan satu kamera lebih kecil yang ada di antara keduanya. Selain itu juga ada LED flash yang terletak di frame tersebut.

Xiaomi 11T hadir dalam tiga opsi warna yakni Meteorite Gray, Moonlight White, dan Celestial Blue. Unit yang kami ulas adalah Meteorite Gray, warna abu-abu dengan efek seperti cermin.

Bodi belakang Xiaomi 11T terbuat dari material glass dan frame aluminium. Dengan material tersebut, unit Xiaomi 11T warna Meteorite Gray terkesan sebagai smartphone yang premium sekaligus elegan.

Bodi belakang Xiaomi 11T untuk versi warna Meteorite Gray ini meninggalkan bekas ceplakan tangan yang minim.

Bodi belakangnya juga cukup licin sehingga sebagian pengguna mungkin butuh casing untuk membuatnya tetap nyaman saat digenggam. Sekadar informasi, Xiaomi sudah menyediakan casing silikon bening di dalam kotak penjualan.

Perangkat ini juga didukung sertifikat IP53 yang melindungi smartphone dari debu dan percikan air.

Mengusung layar berukuran 6,67 inci, layar Xiaomi 11T cukup lebar dan besar sehingga pengguna bakal puas menggunakannya untuk menonton video streaming atau pun main gim. Apalagi, bezel Xiaomi 11T juga cukup tipis.

Pada bagian layar, Xiaomi 11T menerapkan desain Dot Display, menghadirkan sebuah lubang di layar untuk menempatkan kamera selfie 16MP-nya.

Layar Xiaomi 11T juga sudah dilapisi perlindungan Gorilla Glass Victus. Bahkan, layar perangkat ini sudah dilapisi juga dengan pelindung layar dari pabrikan.

Untuk tiap sisinya, Xiaomi meletakkan dua tombol, yakni volume dan power di sisi kanan smartphone. Tombol power ini sekaligus menjadi sensor sidik jari untuk Xiaomi 11T.

Pada sisi bawah terdapat slot SIM card yang bisa memuat dua SIM card, port USB type C, dan sebuah speaker.

Kemudian pada sisi atas, Xiaomi menempatkan speaker dan sebuah IR blaster.

2. Layar

Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).
Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Xiaomi 11T menggunakan panel layar AMOLED yang mendukung HDR10+ dan tingkat kecerahan maksimal 1000 nits.

Layar Xiaomi 11T memiliki resolusi 1.080 x 2.400 piksel alias Full HD+.

Layar Xiaomi 11T juga dibekali fitur high refresh rate hingga 120Hz. Dengan begitu, pengalaman mengoperasikan layar untuk scroll aplikasi atau main gim menjadi lebih smooth.

Sayangnya, refresh rate 120Hz ini tidak didukung fitur refresh rate adaptive. Padahal, fitur refresh rate adaptive bisa membantu pengguna lebih menghemat daya karena AI mengenali jenis aplikasi yang dibuka dan menyesuaikan refresh rate yang pas untuk perangkat.

Pengguna bisa memilih refresh rate 60Hz atau 120Hz. Saat memilih 120Hz, semua aplikasi yang dibuka akan otomatis ditampilkan di 120Hz.

Berdasarkan pengalaman, melakukan berbagai aktivitas di layar Xiaomi 11T terasa sangat nyaman.

Hal ini karena layar Xiaomi 11T menampilkan detail gambar atau konten dengan baik dan nyaman untuk dipandang dalam berbagai kondisi, termasuk di bawah sinar matahari karena memiliki tingkat kecerahan 1000 nits.

Untuk menonton konten streaming seperti melalui YouTube atau HBO Go, output konten yang ditampilkan sangat memanjakan mata.

3. Kamera

Kamera utama Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).
Kamera utama Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Salah satu nilai jual utama Xiaomi 11T adalah kamera 108MP. Untuk pengguna yang senang membuat konten, tentu kamera adalah yang jadi pertimbangan saat membeli smartphone.

Sekadar informasi, kamera Xiaomi 11T menggunakan sensor 108MP Samsung Isocell HM2. Menurut Xiaomi, kamera ini dioptimalisasi dengan teknologi 9-in-1 pixel binning yang mampu mengambil gambar tajam tanpa noise berlebih.

Kamera Xiaomi 11T juga didukung fitur Dual Native ISO yang akan memilih pengaturan ISO kamera paling ideal dengan kondisi gambar saat diambil. Xiaomi 11T juga dibekali kamera telemacro 5MP dan ultra-wide 8MP. Dengan begitu pengguna bisa mengambil gambar makro maupun wide angle dengan baik.

Pengambilan gambar malam hari juga didukung Night Mode 2.0 yang bisa diterapkan pada kamera utama, wide-angle, dan kamera depan. Tidak hanya itu, bagi pengguna yang senang merekam konten video, Xiaomi 11T diklaim mampu mengambil video kelas profesional berkat One-click-AI Cinema. Berbagai efek ada di fitur ini.

Mulai dari Time Freeze, Freeze Frame, Magic Zoom, Parallel World, Night-time lapse, hingga Slow Shutter. Perekaman suara di video pun tetap jelas berkat fitur Audio Zoom.

Sekadar informasi, perekaman video di Xiaomi 11T didukung HDR10+ hingga resolusi 8K. Seperti apa hasil jepretan Xiaomi 11T?

Normal:

Wide angle:

Makro:

108MP (hasil foto sudah dicrop):

Night mode:

4. Performa dan Audio

Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).
Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Xiaomi 11T didukung chipset MediaTek Dimensity 1200-Ultra. Chipset ini diproses dengan arsitektur 6nm dan diklaim punya clock speed hingga 3GHz.

Dengan chipset ini, Xiaomi 11 digadang-dagang memiliki performa buas dan daya yang tahan lama. Chipset Dimensity 1200-Ultra diklaim mampu menghasilkan 22 persen performa lebih cepat dan 25 persen lebih efisien dibandingkan seri chipset sebelumnya.

Selain chipset Dimensity 1200-Ultra, Xiaomi 11T juga memiliki RAM 8GB dan memori internal 256GB yang mampu menyokong kinerjanya dengan baik.

Meski punya kapasitas RAM besar, Xiaomi 11T tetap didukung extendable RAM. Pengguna bisa menambahkan RAM 3GB dari memori internal yang tidak dipakai. Tambahan RAM ini mampu memberikan keleluasaan kepada pengguna dalam menikmati smartphone mereka.

Berdasarkan pengujian melalui aplikasi AnTuTu Benchmark, Xiaomi 11T mendapatkan skor 545 ribuan. Angka ini tentunya cukup baik bagi smartphone di rentang harga Rp 6 juta.

Kami juga menguji kemampuan multitasking Xiaomi 11T menggunakan pengujian work di aplikasi PCMark. Hasilnya, Xiaomi 11T menorehkan angka 10.185 poin.

Pengalaman Gaming

Untuk membuktikan performanya, kami mencoba memainkan beberapa gim, seperti PUBG Mobile dan COD Mobile. Untuk PUBG Mobile, Xiaomi 11T mampu menampilkan grafis hingga HDR dan frame rate Ultra.

Sementara, untuk permainan COD Mobile, Xiaomi 11T mampu menampilkan grafis Very High dan frame rate Max.

Pengalaman ketika main kedua gim ini dengan Xiaomi 11T juga terbilang menyenangkan. Layar luas dan grafis tinggi membuat permainan terasa nyata. Sayangnya, bobot smartphone cukup berat membuatnya jadi kurang nyaman saat dipakai main dalam waktu cukup lama.

Game Turbo

Untuk mendukung permainan gim mobile lebih baik, Xiaomi 11T memiliki fitur Game Turbo. Dengan fitur ini pengguna bisa mengatur berbagai hal. Misalnya dalam hal performa gim, pengguna bisa memprioritaskan bandwidth saat membuka aplikasi gim dibandingkan yang lain.

Selain itu ada juga fungsi untuk mengoptimasi respon sentuhan agar lebih responsif. Pengguna juga bisa meningkatkan audio dan meredam noise saat berbincang di gim. Fitur ini juga menyediakan optimalisasi performa untuk menghindari panas berlebih saat main gim.

Audio

Untuk menghadirkan audio yang memanjakan pengguna, Xiaomi 11T menggunakan dual speakers dan dukungan teknologi audio Dolby Atmos.

Ketika Dolby Atmos diaktifkan, keluaran audio yang dihasilkan lebih menggelegar, nyata, dan powerful. Ketika dipakai untuk memutar video hasil perekaman, suara yang dihasilkan juga lebih terdengar jelas.

Begitu juga saat mendengarkan musik atau menonton film streaming. Suara yang didengar pengguna pun menawarkan pengalaman audio profesional dan detail.

5. Baterai

Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).
Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Xiaomi 11T dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh dengan didukung kemampuan pengisian daya cepat 67W.

Xiaomi mengklaim pengisian daya 5.000mAh menggunakan pengisian daya ultra cepat 67W bisa dilakukan dalam waktu 36 menit. Pengalaman kami, pengisian daya hingga penuh memang hanya membutuhkan waktu kurang dari 40 menit.

Berdasarkan pengalaman kami, penggunaan baterai Xiaomi 11T juga cukup hemat. Kami menggunakan perangkat ini untuk streaming pertandingan bulutangkis di aplikasi Vidio selama kurang lebih 2 jam dari kapasitas daya 34 persen.

Setelah dipakai menonton sekitar 2,5 jam, baterai yang tersisa adalah 19 persen.

Berdasarkan pengalaman, kami juga aktif menggunakan jaringan internet Xiaomi 11T untuk tethering ke laptop selama berjam-jam. Di akhir hari, baterai masih menyisakan 60 persen.

Pengalaman sehari-hari, saat perangkat Xiaomi 11T ini dipakai untuk mengakses kamera (baik untuk foto dan video), membuka media sosial, streaming, hingga tethering, baterai mampu bertahan hingga seharian dalam sekali isi daya.

Dengan begitu, bisa dibilang kalau chipset MediaTek Dimensity 1200 memang mampu membuat perangkat lebih hemat daya namun tidak mengorbankan performanya.

6. Kesimpulan

Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).
Xiaomi 11T (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Xiaomi 11T bisa jadi pilihan bagi kamu yang ingin berganti smartphone dengan performa, kamera, dan fitur flagship namun harga yang lumayan terjangkau.

Bagaimana tidak, Xiaomi 11T yang dibanderol dengan harga Rp 5.999.000 telah didukung fitur layar AMOLED, kamera utama 108MP, RAM 8GB dan memori 256GB, fitur RAM Extendable sampai 11GB, chipset MediaTek Dimensity 1200, refresh rate 120Hz, hingga dual-speaker berteknologi Dolby Atmos.

Pengalaman kami menggunakan smartphone ini, Xiaomi 11T menawarkan tampilan layar yang memanjakan mata, baik untuk menonton streaming film hingga main gim. Tidak hanya itu, Xiaomi 11T juga menyuguhkan performa yang tinggi, hal ini tercermin dalam kemampuannya saat digeber untuk main gim.

Ketika dipakai main gim PUBG Mobile dan COD Mobile masing-masing setengah jam, perangkat juga tidak terlalu cepat panas. Permainan berlangsung dengan smooth dan grafisnya pun cukup baik.

Kami juga mencoba merekam video dan mengambil foto di berbagai kondisi. Hasilnya untuk pengambilan video, suara yang dihasilkan terdengar jelas berkat fitur audio zoom. Detail gambar yang direkam juga cukup baik dan AI yang digunakan mampu mengatur secara otomatis latar belakang buram.

Untuk pengambilan foto pun Xiaomi 11T mampu menyuguhkan kualitas foto yang sangat baik dan jernih. Terutama untuk mengambilan foto makro.

Meski begitu, berdasarkan pengalaman kami, Xiaomi 11T juga punya kekurangan. Misalnya bobot smartphone yang cukup berat membuat pengguna tidak bisa berlama-lama memakainya untuk main gim.

Hal lain yang kami soroti adalah nihilnya slot microSD untuk memperluas memori. Artinya pengguna harus puas dengan kapasitas memori 256GB.

Kami juga menyayangkan pada Xiaomi 11T ini, Xiaomi tidak membekalinya dengan fitur adaptive refresh rate. Padahal jika fitur ini ada, baterai perangkat bisa lebih dihemat.

Kelebihan:

- Desain elegan dan premium

- Layar AMOLED memanjakan mata

- Dual-speaker berteknologi Dolby Atmos

- Fitur RAM Extendable hingga 11GB

- Pengisian daya 67W yang memangkas waktu pengisian daya, kurang dari 40 menit. Perangkat juga hemat daya

- Hasil perekaman video dan jepretan foto yang sangat baik, terutama untuk makro

Kekurangan:

- Bodi smartphone terlalu tebal dan berat sehingga kurang nyaman digenggam lama

- Tidak ada slot memori sehingga tidak bisa diperluas kapasitas penyimpanannya

- Minim fitur adaptive refresh rate.

(Tin/Isk)

Infografis Tentang 5G

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel