Revitalisasi Ancol Rp 1,2 Triliun untuk Formula E?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Isu pinjaman PT Pembangunan Jaya Ancol ke Bank DKI sebesar Rp 1,2 Triliun mengemuka yang dikaitkan dengan ajang Formula E pada tahun 2022 yang akan diselenggarakan di sana.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pun mempertanyakan lokasi yang akan direvitalisasi PT Pembangunan Jaya Ancol.

"Komisi B DPRD DKI Jakarta harus menekankan mengenai revitalisasi gerbang Ancol sisi Timur itu sama dengan lokasi dibangunnya sirkuit Formula E," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Politikus PDIP tersebut juga mengatakan pembangunan detail terkait sarana dan prasarana di Ancol Timur. Dia menduga revitalisasi Ancol Timur layaknya lokasi pembangunan sirkuit.

"Pertanyaan saya, pembangunan sarana dan prasarana di Ancol timur untuk apa? Kok lokasinya sama dengan rencana sirkuit Formula E? Anggarannya sama Rp 334 miliar. Bagaimana mekanisme untuk Ancol kembalikan pinjaman ke Bank DKI ke depannya," jelas dia.

Prasetyo akan melaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bila anggaran pinjaman dari Bank DKI kepada Ancol sebesar Rp 1,2 triliun digunakan untuk pembangunan sirkuit Formula E.

"Kalau itu uang pinjem ke Bank DKI 1,2 triliun buat trek Formula E, gue akan laporkan! Saya sebagai pimpinan Dewan kalau di sini, saya laporkan ke Bareskrim, pasti!," kata dia.

Politikus PDIP meminta agar pihak Ancol dapat menjelaskan secara detail mengenai pinjaman anggaran. Sebab anggaran sebesar tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita ini enggak goblok-goblok juga, kok ada satu kebersamaan pinjaman uang yang enggak kecil Rp 1,2 triliun," ucapnya.

Senada, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Anthony Winza Probowo menilai tidak logis pemberian kredit Bank DKI kepada Ancol. Pasalnya, Nilai kredit lebih besar dibandingkan laba bersih Bank DKI sekitar Rp500 miliar.

"Laba bersih Bank DKI hingga September berapa? Rp500 miliar benar yah?" tanya Anthony kepada jajaran direksi Bank DKI, Selasa (28/12).

Pertanyaan Anthony kemudian dikonfirmasi dengan jajaran direksi dengan anggukan kepala.

Politikus PSI itu berujar, dari hasil penjabaran PT Pembangunan Jaya Ancol dalam rapat komisi B DPRD, nilai pinjaman yang diberikan lebih besar dari laba bersih Bank DKI. Sehingga menurutnya, langkah tersebut cukup berisiko terhadap likuiditas Bank DKI.

"Dengan laba bersih mau ditaruh di 1 entitas saja, Ancol pinjamnya Rp1,2 trilun, di atas 2 kali laba bersih bank DKI. Yang mana kalau kita lihat Rp 500 miliar itu untuk refinancing obligation artinya Ancol enggak bisa bayar, pinjam Bank DKI untuk refinancing," ujar Anthony, Selasa (28/12/2021).

Dia kemudian meminta kepastian kepada pihak Ancol bahwa pinjaman atau kredit yang diterima dari Bank DKI tidak diperuntukan pembangunan infrastruktur Formula E.

"Ya enggak apa-apa (kalau bukan untuk Formula E) tapi ini bisa dipidana kalau ini malah dijadikan untuk Formula E," jelas dia.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Badan Pembinaan BUMD, Riyadi mengatakan bahwa membaca satu pembukuan keuangan kemudian dikaitkan dengan pemberian kredit, tidak sesederhana yang disampaikan Anthony.

"Jadi perhitungannya bukan seperti yang seperti Mas Anthony sampaikan tadi. Biar nanti Pihak Ancol yang akan menjelaskan," ungkapnya.

Dibantah

Sementara, Direktur Utama Ancol Teuku Sahir Syahali menyatakan pinjaman tersebut akan digunakan untuk revitalisasi sejumlah lokasi.

Dia menyatakan lokasi sirkuit Formula E ada di Pantai Karnaval.

"Jadi sebelah dari kuburan Belanda ngitari ABC mal di sekitar itu untuk track Formula E. Pantai Karnaval bukan Ancol timur," kata dia.

Dia menjelaskan, negosiasi pinjaman dengan Bank DKI sudah berlangsung dari sejak Januari sebelum adanya rencana lokasi sirkuit Formula E. Lalu tanda tangan perjanjian pinjaman pada Desember 2021.

"Yang mendadak pengumuman Formula E. Dengan Bank DKI sudah jauh hari," jelas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan pinjaman yang diterima oleh pihak Ancol tersebut untuk sejumlah keperluan.

Kata dia, pinjaman Rp 1,2 triliun tersebut terbagi menjadi sejumlah pembagian.

Yakni Kredit Modal Kerja sebesar Rp 389 miliar untuk tambahan modal kerja operasional Ancol. Lalu, kredit investasi sebesar Rp 516 miliar untuk refinancing PUB II Obligasi Tahap II Ancol dan kredit investasi sebesar Rp 334 miliar untuk revitalisasi dan penataan sejumlah titik.

Mulai dari gerbang hingga sejumlah wahana yang dimiliki oleh Ancol. "Dengan demikian penyaluran kredit tersebut tidak ada kaitannya dengan E-Formula," ujar Herry dalam keterangan tertulis, Jumat (25/12/2021).

Panitia Formula E Bicara

Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni angkat bicara mengenai rumor adanya pinjaman dana sebesar Rp 1,2 triliun melalui Bank DKI untuk PT Pembangunan Jaya Ancol.

Dia menyebut tidak semua kegiatan yang dilakukan Pemprov DKI ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat dikaitkan dengan Formula E.

"Kan sudah kita jelaskan sejelas-jelasnya sistem pendanaan Formula E ini dari mana. Pendanaan akan datang dari pihak sponsor dan swasta. Ini sudah jelas," kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (27/12/2021).

Menurut dia, Ancol sebagai BUMD DKI memiliki kewenangan untuk melakukan kerjasama bisnis dengan berbagai pihak. Sahroni menegaskan pihak Ancol pun telah menyatakan anggaran pinjaman tersebut bukan untuk balap mobil listrik.

"Namun untuk berbagai operasionalnya. Selain itu, saya rasa Ancol juga sebagai sebuah entitas bisnis berhak melakukan kerjasama bisnis dengan pihak-pihak lain termasuk Bank DKI, jadi menurut saya ini lazim terjadi," papar dia.

Reporter: Yunita Amalia/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel