Revitalisasi Keraton Surakarta Tertunda, Gibran: Saya Tunggu Sikap yang Punya Aset

Merdeka.com - Merdeka.com - Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang direncanakan sejak Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo hingga saat ini hanya sekedar wacana. Pemerintah dan keluarga keraton peninggalan dinasti Mataram itu belum memperoleh titik temu.

Bahkan sejak awal menjabat, Februari 2021 lalu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka telah berulang kali menawarkan revitalisasi. Namun belum ada jawaban dari keraton. Gibran masih menunggu sikap dari semua yang mempunyai kepentingan di sana.

"Saya ini juga masih nunggu sikap dari beliau-beliau yang punya aset. Saya siap membantu," ujar Gibran, Jumat (11/11).

Gibran mengaku sudah ada beberapa menteri yang memgunjungi keraton untuk melihat kondisi terakhir. Bahkan beberapa di antaranya diajak melihat bagian keraton hingga belakang.

"Ada menteri yang saya ajak mlebu tekan mburi (masuk sampai belakang)," katanya.

Disinggung area mana saja yang akan direvitalisasi, putra pertama Presiden Jokowi itu menyerahkannya kepada pihak keraton. Apakah mau dibuka untuk umum atau tidak.

"Kita kembalikan lagi ke beliau-beliaunya yang punya kepentingan di sana. Kalau dibuka untuk umum ya kita seneng. Kalau untuk private ya boleh, berbayar boleh, gratis kita juga seneng, enak kan," katanya.

Gibran menyampaikan, ada sejumlah area keraton yang memang harus dijaga kesakralannya. Sehingga tidak semua bisa dibuka untuk umum. Untuk kegiatan budaya dan lainnya diserahkan ke keraton.

"Untuk event budaya kan beliau beliau yang lebih mengerti," katanya.

Sejak awal menjabat sampai saat ini, Gibran telah mendatangkan beberapa kementerian. Di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jika sudah mendapatkan kepastian, Gibran berjanji untuk mendatangkan sumber pendanaan untuk merevitalisasi berbagai bangunan cagar budaya yang kini kondisinya cukup memprihatinkan.

"Mudah kok, nanti kita pakai CSR (Corporate Social Responsibilty) milik swasta. Bisa juga pakai anggaran milik Kementerian," jelasnya.

Gibran menambahkan, dirinya siap dipanggil ke Keraton Surakarta kapan saja. "Saya tidak bermaksud intervensi, saya hanya ingin membantu," katanya lagi.

Rencana revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang terus menjadi wacana. Pemerintah pusat, provinsi maupun Pemkot Solo terhambat untuk menyalurkan anggaran akibat konflik keluarga yang berlangsung belasan tahun.

Sementara saat ini revitalisasi dilakukan di Pura Mangkunegaran Solo. Gibran mengaku idak bermaksud membeda-bedakan antara dua kerajaan Jawa itu.

"Sekarang revitalisaainya memang Mangkunegaran dulu. Ini akan menjadi pusat destinasi wisata ke depan," pungkasnya. [ray]