Revlon Bangkrut: Intip Penyebab dan Sejarah 90 Tahun Beroperasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Revlon dikabarkan bangkrut usai 90 tahun beroperasi. Revlon bangkrut karena permasalahan utang dan ketatnya persaingan bisnis kosmetik saat ini.

Revlon mengajukan perlindungan kebangkrutan untuk mengatur ulang keuangannya. Dilansir dari CNN Business, Jumat (17/6), Revlon disebut mengalami masalah keuangan dipicu oleh gangguan rantai pasokan dan inflasi.

"Pengajuan hari ini akan memungkinkan Revlon untuk menawarkan kepada konsumen kami produk ikonik yang telah kami berikan selama beberapa dekade, sambil memberikan jalur yang lebih jelas untuk pertumbuhan kami di masa depan," kata CEO Revlon Debra Perelman dalam rilisnya.

Kondisi krisis keuangan membuat Revlon kesulitan memproduksi produk untuk memenuhi permintaan produk konsumen. Revlon, dalam beberapa tahun terakhir, juga telah kehilangan pembeli di mana sebagian besar beralih ke startup yang didukung oleh selebriti ternama, seperti Kylie Cosmetics milik Kylie Jenner dan Fenty Beauty milik Rihanna.

Analis mengatakan masalah Revlon tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat bagi perusahaan yang sudah memiliki cabang di seluruh dunia ini.

Sejarah Perusahaan

revlon bangkrut: intip penyebab dan sejarah 90 tahun beroperasi
revlon bangkrut: intip penyebab dan sejarah 90 tahun beroperasi

Revlon didirikan pada 1932 oleh Joseph Revson dan Charles Lachman. Revlon (REV) go public pada 1996 dan pada 2016 dibeli oleh Elizabeth Arden senilai USD 870 juta atau setara Rp 12,9 triliun untuk menangkis persaingan.

Elizabeth Arden, merupakan rumah bagi beberapa merek top, termasuk Britney Spears Fragrances dan Christina Aguilera Fragrances.

Revlon juga sempat menjadi berita utama dua tahun lalu ketika Citigroup secara tidak sengaja mengirim hampir USD 900 juta atau setara Rp 13,3 triliun ke pemberi pinjaman Revlon. Seorang hakim memutuskan bahwa bank tidak dapat memulihkan uang itu.

Penjualan Revlon telah tertinggal selama bertahun-tahun dan pada 2021 turun 22 persen dari level 2017. Saham merek kosmetik itu telah jatuh lebih dari 80 persen sejak awal tahun ini.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani
Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel