Revolusi Industri adalah Perubahan Besar dalam Memproduksi Barang, Ketahui Dampaknya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Revolusi industri adalah suatu peristiwa atau masa di mana terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia. Bahkan, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari manusia terpengaruh dengan terjadinya revolusi industri ini.

Revolusi industri merupakan sebuah masa yang sangat penting dipelajari dalam sejarah dunia. Pasalnya, memang revolusi industri ini menyebar ke seluruh dunia dan memengaruhi kehidupan semua orang saat itu, bahkan sampai sekarang.

Revolusi industri adalah masa di mana pekerjaan manusia di berbagai bidang, mulai digantikan oleh mesin. Revolusi industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan menyebar ke seluruh dunia.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/11/2021) tentang revolusi industri.

Revolusi Industri adalah

Revolusi Industri adalah. Kredit: analogicus via Pixabay
Revolusi Industri adalah. Kredit: analogicus via Pixabay

Revolusi industri adalah sebuah sebuah proses perubahan besar-besaran di berbagai bidang kehidupan. Revolusi industri adalah peristiwa yang terjadi pada periode antara tahun 1760-1850, di mana menyebabkan terjadinya perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Revolusi industri adalah perubahan yang memiliki dampak mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Istilah "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Revolusi Industri adalah perubahan besar, secara cepat, dan juga radikal, yang memengaruhi kehidupan corak manusia. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan.

Namun, Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin. Dengan demikian, barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, revolusi industri adalah masa di mana pekerjaan manusia di berbagai bidang mulai digantikan oleh mesin. Revolusi Industri bermula dari Britania Raya, kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan menyebar ke seluruh dunia.

Revolusi Industri adalah masa yang menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia. Hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, terutama dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat.

Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi kapitalis modern. Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis. Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan tumbuhan pada masa Nolitikum.

Revolusi Industri di Inggris

Revolusi Industri adalah perubahan yang bermula dari Britania Raya. Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri. Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain:

1. Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia.

2. Tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia.

3. Aturan hukum (menghormati kesucian kontrak).

4. Sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi).

5. Adanya pasar bebas (kapitalisme).

Revolusi Industri adalah perubahan yang dimulai pada akhir abad ke-18, di mana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris. Sebelumnya tenaga hewan dan manusia digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan, hal ini kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur.

Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi, dan peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya, dan rel kereta api.

Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur, menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.

Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin pembakaran dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik.

Dampak Revolusi Industri di Berbagai Bidang

Ilustrasi Pabrik Credit: pexels.com/Chris
Ilustrasi Pabrik Credit: pexels.com/Chris

Revolusi Industri adalah suatu masa yang mengubah Inggris menjadi negara industri yang maju dan modern. Di Inggris muncul pusat-pusat industri, seperti, Manchester, Liverpool, dan Birmingham yang menempati urutan keempat, ketiga, dan kedua setelah London.

Revolusi Industri juga membawa dampak yang sangat luas dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik, baik di Inggris sendiri maupun di negara-negara lain.

Dampak Revolusi Industri di Bidang Ekonomi

- Barang melimpah dan harga murah. Revolusi Industri telah menimbulkan peningkatan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran melalui proses mekanisasi. Dengan demikian, dalam waktu singkat dapat menghasilkan barang-barang yang melimpah. Akibat pembuatan barang menjadi cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak, harga pun menjadi lebih murah.

- Perusahaan kecil gulung tikar. Dengan penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil sehingga harga barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat perusahaan tradisional terancam dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing.

- Perdagangan makin berkembang. Berkat peralatan komunikasi yang modern, cepat dan murah, produksi lokal berubah menjadi produksi internasional. Pelayaran dan perdagangan internasional makin berkembang pesat.

- Transportasi semakin lancar. Adanya penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi yang makin sempurna dan lancar. Dengan demikian, dinamika kehidupan masyarakat makin meningkat. Di Amerika, produksi mobil Ford model T mulai berkembang dengan pesat setelah menerapkan konsep lintasan perakitan (assembly line) menggunakan ban berjalan (conveyor belt) sehingga dapat mereduksi waktu dan biaya produksi.

Dampak Revolusi Industri di Bidang Sosial dan Politik

Dampak Revolusi Industri di Bidang Sosial

- Berkembangnya urbanisasi. Berkembangnya industrialisasi telah memunculkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang baru. Hal ini karena kota dengan kegiatan industrinya menjanjikan kehidupan yang lebih layak, jadi banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan.

- Upah buruh rendah. Akibat makin meningkatnya arus urbanisasi ke kota-kota industri maka jumlah tenaga kerja makin melimpah. Sementara itu, pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian, upah tenaga kerja menjadi murah.

- Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh. Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Dengan demikian, dalam masyarakat timbul golongan baru, yakni golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan.

- Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh. Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah di satu pihak, sementara terdapat golongan buruh yang hidup menderita di pihak lain, maka hal itu menimbulkan kesenjangan antara pengusaha dan buruh. Kondisi seperti itu sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis, sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis.

- Munculnya revolusi sosial. Pada tahun 1820-an terjadi huru-hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin dengan didukung oleh kaum buruh. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh.

Dampak Revolusi Industri di Bidang Politik

- Munculnya gerakan sosialis. Kaum buruh yang diperlakukan tidak adil oleh kaum pengusaha mulai bergerak menyusun kekuatan untuk memperbaiki nasib mereka. Mereka kemudian membentuk organisasi yang lazim disebut gerakan sosialis. Tokoh yang paling populer di dalam pemikiran dan penggerak paham sosialis adalah Karl Marx dengan bukunya Das Kapital.

- Munculnya partai politik. Dalam upaya memperjuangkan nasibnya maka kaum buruh terus menggalang persatuan. Apalagi dengan makin kuatnya kedudukan kaum buruh di parlemen mendorong dibentuknya suatu wadah perjuangan politik, yakni Partai Buruh. Partai ini berhaluan sosialis.

- Munculnya imperialisme modern. Kaum pengusaha/kapitalis umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam pemerintahan untuk melakukan imperialisme demi kelangsungan industrialisasinya. Dengan demikian, lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah sebagai tempat pemasaran hasil industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus, dan tempat mendapatkan tenaga buruh yang murah. Dalam hal ini, Inggris yang menjadi pelopornya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel