Reynhard Sinaga: Ibu pemerkosa berantai sebut Reynhard tetapi anaknya

Ibu dari pria yang dijuluki "pemerkosa paling produktif di Inggris" mengatakan "dia tetap anak saya" sekalipun anaknya itu dinyatakan bersalah dalam kasus serangan seksual kepada sejumlah pria.

Keluarga kaya Indonesia Reynhard Sinaga membiayai studinya dari 2007 dan seterusnya termasuk kehidupannya di Manchester di mana dia melakukan pelecehan seksual terhadap 48 pria di flatnya di pusat kota tersebut.

Polisi yakin mahasiswa berusia 36 tahun itu mungkin telah melecehkan paling sedikit 195 orang.

Tetapi ibunya, Normawati, berbicara kepada The Sunday Times, mengatakan bahwa dia tidak mengira anaknya bisa melakukan kejahatan semacam itu dan bahkan tidak tahu kalau anaknya itu gay.

Dia berkata: “Kami adalah keluarga kristiani yang taat yang tidak mempercayai homoseksualitas. Dia anak saya."

Normawati menceritakan bagaimana dia terbang demi mengunjungi sang putra di rumah sakit menyusul penangkapannya pada 2017 setelah korban terakhirnya sadar kembali saat percobaan pemerkosaan dan memukuli Sinaga.

Dia berkata: “Bayangkan seorang pria kecil Indonesia dipukuli oleh orang Barat yang tinggi besar. Saya mengira orang lain yang mengarang cerita ini.”

Normawati mengaku memohon kepada anaknya agar kembali ke negara asalnya, tetapi sang putra malah berkata kepadanya bahwa dia ingin mengikuti mewujudkan cita-citanya menjadi dosen.

Norwawati berkata: "Dia mengatakan baginya Indonesia bukan tempat yang baik untuk tinggal dan dia merasa nyaman tinggal di Manchester."

Sinaga keluar pagi buta, mencari pria muda yang mabuk di sekitar klub malam dekat flatnya.

Dia menyamar sebagai penolong yang baik hati yang menawari mereka tempat tidur atau menjanjikan mereka minum lebih banyak lagi.

Korbannya yang kebanyakan heteroseksual kurang atau sama sekali tidak mengingat Sinaga berulang kali memperkosa kebanyakan dari mereka.

Diperkirakan dia mencampurkan minuman beralkohol dengan obat sejenis GHB yang juga dikenal sebagai ekstasi cair.

Sinaga dipenjara seumur hidup dengan masa pidana minimum 30 tahun setelah dinyatakan bersalah atas total 159 kejahatan yang dilakukan antara Januari 2015 sampai Mei 2017.

Dakwaan-dakwaan itu termasuk 136 dakwaan pemerkosaan, 13 dakwaan kekerasan seksual, delapan percobaan pemerkosaan dan dua dakwaan serangan melalui penetrasi.