Reza Artamevia Bongkar Alasan Tersandung Narkoba: Ini Kebodohanku, Aku Terlalu Naif

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ditangkap karena kepemilikan sabu-sabu 0,78 gram di Jatinegara Jakarta Timur, September 2020, Reza Artamevia menjalani rehabilitasi di Lido, Jawa Barat. Juli 2021, ia menghirup udara bebas.

Pelantun “Satu Yang Tak Bisa Lepas” dan “Biar Menjadi Kenangan” mengaku sabu-sabu adalah titik terendah dalam hidupnya. Hari-hari di Lido dihabiskan Reza Artamevia dengan tafakur.

Sang diva juga menguatkan hati lewat seminar dan panggilan video dengan kedua putrinya. Setelah bebas, Reza Artamevia membuat pengakuan. Ia ogah menyalahkan siapapun saat tersandung sabu.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Cermat dan Smart

Reza Artamevia. (Foto: Instagram @rezaartameviaofficial)
Reza Artamevia. (Foto: Instagram @rezaartameviaofficial)

“Kalau aku ya, karena kebodohan dalam diri aku. Kita harus cermat, kita harus smart. Kita harus benar-benar membuka mata kita sebelum melangkah,” kata Reza Artamevia.

“Jadi memang harus hati-hati. Memang di situ banyak juga yang salah pergaulan. Kalau aku merasa ini karena kebodohan aku,” pemilik album Keajaiban menyambung.

Ada Yang Ngasih

Reza Artamevia. (Foto: Instagram @rezaartameviaofficial)
Reza Artamevia. (Foto: Instagram @rezaartameviaofficial)

Beruntung, Reza Artamevia tak sampai kecanduan apalagi sakau saat direhabilitasi. Dukungan kedua putrinya dan keluarga menguatkan mental Reza Artamevia untuk bangkit dari titik terendah.

“Aku cuma karena ada yang ngasih, aku jadi nyoba. Itu karena kebodohan gue sendiri kan jadinya. Tapi aku pun tidak berada di lingkungan pencandu. Tidak,” terang Reza Artamevia.

Perihal Pergaulan

Reza Artamevia. (Foto: Rio Motret dari Instagram @rezaartameviaofficial)
Reza Artamevia. (Foto: Rio Motret dari Instagram @rezaartameviaofficial)

Tak mau menyalahkan pergaulan dan keadaan, bintang film Hantu Bangku Kosong menyebut tersandung narkoba kesalahannya sendiri. Andai kala itu ia berani berkata tidak, insiden penangkapan tak akan terjadi.

“Pergaulan juga harus hati-hati. Kalau dalam kasusnya aku, kebodohan aku. Jadi kita mungkin jangan memandang sesuatu tuh baik. Aku tuh terlalu naif. Kita tuh enggak boleh terlalu naif, memang kita harus punya penyaring,” akunya.

Keberanian, Pembelajaran

Reza Artamevia. (Foto: Rio Motret dari Instagram @rezaartameviaofficial)
Reza Artamevia. (Foto: Rio Motret dari Instagram @rezaartameviaofficial)

Lewat video Reza Artamevia: Titik Terendah Dalam Hidupku, Ketika Berbuat Bodoh dan Memalukan Keluargaku, di kanal YouTube Maia AlElDulTV, Rabu (8/9/2021), ia mengirim pesan penting.

“Kita jangan pernah malu untuk mengakui salah kemudian juga memperbaiki diri dan minta maaf. Kita jangan pernah malu karena itu bukan suatu hal yang hina. Justru itu membutuhkan keberanian dan pembelajaran,” pungkas Reza Artamevia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel