RI Bakal Pangkas Kuota Impor Daging Jadi 10%

Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah berencana memangkas jatah impor daging dari para pemasok atau importir menjadi 10%. Hal ini dilakukan untuk mensukseskan program swasembada daging pada 2014.

"Target swasembada daging, kuota impor harus tinggal 10%. Bukan masalah volume tapi lebih ke persentasenya," tutur Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Suswono menjelaskan proyeksi itu terus menyusut dari sebelum dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian Pertanian (Kementan) dengan kuota impor daging lebih dari 50%. Dan ini berimbas bagi peternak yang tak lagi bergairah untuk meningkatkan produktivitas hewan ternak mereka.

"Akhirnya dari semula 50% kuota impor daging, kemudian berkurang 35%, lalu 19% dan tahun ini maksmimal di angka 15%," ucapnya.

Dia juga menegaskan penetapan jatah kuota daging untuk para importir bukan ditentukan oleh Kementan, melainkan Kementerian Perdagangan. Namun ada beberapa syarat impor daging yang wajib mendapatkan restu dari Kementan.

"Kementan itu tidak boleh menambah kuota. Dalam rapat bersama Menteri Perekonomian itu ditentukan kuota impornya berapa. Setelah itu Kemendag juga ikut menentukan importir yang berhak menerima alokasi daging," pungkasnya.

sementara untuk pengalokasiannya dibahas dengan Kemendag, Kementerian Perindustrian, Kementan dalam konteks industri makanan olahan dan sebagainya. (Fik/Ndw)