RI Bisa Kehilangan Rp112,2 Triliun di 2023 Akibat Perubahan Iklim

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai persoalan perubahan iklim merupakan masalah serius. Menurutnya, Indonesia bisa kehilangan potensi ekonomi Rp 112,2 triliun atau 0,5 persen dari GDP pada 2023 akibat krisis perubahan iklim.

"Pada 2030, Indonesia bisa kehilangan potensi ekonomi akibat krisis perubahan iklim sebesar 0,6 sampai 3,45 persen dari GDP," kata Sri Mulyani dalam HSBC Summit 2022 di Jakarta, Rabu (14/9).

Sri Mulyani mengatakan, tanda-tanda terjadinya krisis perubahan iklim bisa dilihat dari kenaikan emisi gas sebesar 4,3 persen dari 2010-2018. Selanjutnya, kian maraknya kerusakan ekosistem lingkungan.

"Kemudian, suhu udara yang naik 0,03 derajat xelcius tiap tahun serta tinggi permukaam laut yang naik 0,8-1,2 cm," imbuhnya.

Meski begitu, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari pandemi Covid-19, antara lain semua negara harus saling bekerja sama. Hal tersebut juga berlaku untuk perubahan iklim karena tidak ada satu negara pun yang tidak terkena dampaknya.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, berkomitmen untuk mengurangi emisi lewat kesepakatan Paris Agreement yaitu menurunkan 29 persen emisi C02 upaya sendiri. Sedangkan, penurunan 41 persen CO2 dengan bantuan internasional pada 2030. [azz]