RI Diminta Bisa Dorong PBB Kirim Pasukan Keamanan ke Palestina

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kebrutalan Israel yang menyerang Gaza membuat lebih dari 200 warga Palestina tewas. Kecaman terhadap Israel meluas dari berbagai belahan dunia termasuk di Tanah Air.

Pemerintah RI diminta terlibat aktif mendorong anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirim pasukan perdamaian ke Palestina.

"Menyerukan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk terlibat aktif mendorong anggota Dewan Keamanan mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina, terutama wilayah Yerusalem dan Gaza dan melibatkan TNI dalam pasukan perdamaian ke Palestina tersebut," ujar Presiden DPP Gema Keadilan, Indra Kusumah, dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis, 20 Mei 2021.

Indra juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah RI yang konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dari zionis Israel. Sikap pemerintah RI sudah sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa dan amanat UUD 1945.

Selain itu, dia berharap agar PBB bisa membuat resolusi pengakuan atas negara Palestina. Pengakuan terhadap Palestina ini dengan wilayah yang mencakup seluruh area sebelum deklarasi Balfour.

Pun, PBB diminta berani mengeluarkan Israel dari keanggotaan PBB. "Dan, mengeluarkan teroris israel dari keanggotaan PBB karena pada dasarnya tidak ada negara Israel," jelas Indra.

Kemudian, dia menegaskan usulan soal deal of century dan two state solution mesti ditolak. Sebab, tawaran itu hanya akan merugikan rakyat Palestina yang wilayahnya terus dicaplok Israel.

"Wilayah yang saat ini diduduki penjajah Israel harus dikembalikan kepada jutaan pengungsi Palestina yang terusir berpuluh tahun dari rumah dan tanah asal mereka karena diambil alih secara paksa," ujar Indra.

Terkait itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mewakili pemerintah RI sudah berangkat menuju markas PBB di New York, Amerika Serikat. Retno bakal menghadiri sejumlah pertemuan yang membahas konflik Palestina-Israel.

Dikutip dari Aljazeera, Israel terus melancarkan serangan ke jalur Gaza melalui jet tempurnya sepanjang Rabu, waktu setempat. Bombardir ala Israel ini meratakan bangunan dan tempat tinggal sehingga korban tewas menjadi 227 orang.

Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan dari 227 korban tewas itu di antaranya 64 anak-anak dan 38 wanita.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel