RI Impor Oksigen Konsentrator, Luhut: Pinjamkan ke Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah terus menambah stok oksigen demi menangani pasien COVID-19 di Tanah Air. Dilaporkan Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini telah diimpor liquid oksigen atau oksigen cair yang jumlah mencapai 40 ribu untuk memenuhi kebutuhan itu.

Tentu jenis oksigen ini akan menambah jenis oksigen lainnya yang juga diimpor belakangan ini dari Singapura. Yakni oksigen konsentrator.

"Kita berjaga-jaga walaupun sebenarnya kita tidak butuh semuanya itu," kata Luhut, Senin 12 Juli 2021.

Kata Luhut, antisipasi untuk stok oksigen bukan lagi gara-gara penularan varian baru virus Delta ataupun yang terjadi belakangan ini. Namun, situasi di Amerika Serikat dan Inggris, disebutkan angka kasus harian juga mengalami peningkatan.

Di samping itu, kembali soal stok oksigen, Luhut menyatakan, alat bantuan medis ini dapat mudah nanti bisa didapatkan oleh masyarakat.

"Dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus (COVID-19) yang ringan. Dan itu kita pinjamkan (oksigen konsentrator) ke rumah-rumah," ujar Luhut yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Baca juga: Menkeu Alihkan Belanja Negara Non-Prioritas untuk PPKM Darurat

"Kalau sudah digunakan bisa diambil itu, bisa 5 liter jadi bisa digunakan selama 5 hari. Saya kira Insya Allah ini selesai kasus COVID-19, bisa digunakan ke rumah-rumah sakit," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Luhut pula mengatakan, target vaksinasi yang disepakati untuk terus ditingkatkan. Pemerintah lewat aparat TNI-Polri, kini menyebar ke titik-titik simpul masyarakat yang sekiranya tidak terjangkau masyarakat mengenai program vaksinasi.

"Dan juga Dinas Kesehatan langsung ke daerah-daerah marjinal, jadi pinggiran-pinggiran kota, Tim akan menyuntikan di sana mulai minggu ini," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel