RI-Jepang lahirkan alat peraga bikin SDM kompeten industri 4.0

Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) telah melahirkan alat peraga yang membuat Sumber Daya Manusia (SDM) dapat berkompeten industri 4.0.

"Kerja sama ini telah melahirkan Program Lean Monozukuri for Making Indonesia 4.0 atau LeMMI 4.0 di Politeknik STMI Jakarta dan di Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Program Digital Lean Monozukuri tersebut merupakan sistem hasil pengembangan bersama Lexer Research dan Fuso Machine Works untuk menata dan mensimulasi proses produksi dan manufaktur.

Dalam hal ini, BPSDMI Kemenperin telah memiliki dua unit peraga industri 4.0 berserta perangkat pendukungnya, termasuk 50 laptop yang ditempatkan di Politeknik STMI Jakarta.

Baca juga: Kemenperin terus dorong kawasan industri dukung pertumbuhan manufaktur

"Satu unit peraga lagi berada di PIDI 4.0 untuk digunakan oleh program pengembangan SDM industri dalam upaya mempercepat transformasi digital," imbuhnya.

Arus menjelaskan, alat tersebut dipakai sebagai alat bantu pendidikan Lean Manufacturing dengan target mahasiswa politeknik dan mereka yang bekerja di sektor manufaktur di Indonesia dari perspektif industri dan akademisi.

"Alat bantu ini telah digunakan secara aktual di dalam pengembangan SDM yang kompeten," ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri BPSDMI Kemenperin Tirta Wisnu Permana menyampaikan, kurikulum LeMMI4.0 dan Digital Engineering untuk sektor manufaktur telah diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia melalui Politeknik STMI Jakarta.

"Kami sangat terbuka dengan peluang kerja sama yang bisa memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia industri dan transformasi industri 4.0," tutur Wisnu.

Baca juga: Kemenperin siap pasok kebutuhan 135.000 tenaga kerja industri TPT

Baca juga: Kemenperin dukung pengembangan industri software dan konten