RI-Jerman berkomitmen perkuat kemitraan Infrastruktur mutu

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Indonesia dan Jerman berkomitmen memperkuat kerja sama bidang infrastruktur dan pengembangan teknologi yang disampaikan melalui ajang pameran teknologi industri Hannover Messe 2021.

Dalam gelaran tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian serta Pemerintah Jerman melalui Germany Federal Ministry for Economic Affair and Energy (BMWi) menandatangani Joint Declaration of Intent (JDoI) untuk memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur mutu di antara kedua negara.

“Kedua negara menyadari bahwa infrastruktur mutu dibutuhkan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk maupun jasa, dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut secara virtual di Jakarta, Senin.

Penandatanganan JDoI tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi serta Parliamentary State Secretary, Germany Federal Ministry for Economic Affairs and Energy, Elizabeth Winkelmeier-Becker.

Baca juga: Menperin: ibarat Nakula-Sadewa, RI-Jerman jadi negara industri kuat

“Deklarasi bersama antara kedua negara tersebut merupakan simbolisasi kerja sama yang mengarah pada pengembangan industri yang menghasilkan sinergi baru antara Indonesia dan Jerman di masa depan,” ujar Menperin.

Kerja sama infrastruktur mutu ini bertujuan memperkuat dialog bilateral teknis dan ekonomi bidang standardisasi, regulasi teknis, akreditasi, penilaian kesesuaian, metrologi, dan keamanan produk.

Hal ini untuk menciptakan iklim yang kondusif, mendorong perlindungan konsumen, menciptakan inovasi, meningkatkan penelitian dan pengembangan, serta mendukung saling keberterimaan hasil laboratorium uji yang bermanfaat bagi konsumen dan industri antar kedua negara, serta berperan dalam peningkatan ekonomi.

Karena luasnya lingkup kerja sama, dalam implementasinya Kemenperin juga akan melibatkan Kementerian Perdagangan dan Badan Standardisasi Nasional.

Baca juga: Menperin harap Hannover Messe buka pandangan dunia tentang industri RI

“Infrastruktur mutu sangat terkait dengan agenda pembangunan ekonomi. Dalam sistem infrastruktur yang kondusif, industri mampu berkompetisi dan mengakses pasar domestik maupun ekspor. Ini merupakan peluang besar bagi pemasaran dan investasi mereka, juga menstimulus produktivitas dan inovasi,” ujar Kepala BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi.

Doddy menambahkan ruang lingkup kerja sama Indonesia-Jerman meliputi dialog politik dan teknis, koordinasi kegiatan di forum internasional, fasilitasi perdagangan bilateral, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas melalui lokakarya, pelatihan, seminar, atau pertemuan sejenis.

“Juga termasuk penempatan tenaga ahli, penerimaan hasil laboratorium uji, dan ruang lingkup lainnya yang disepakati,” paparnya.

Setelah penandatangan JDoI, akan dilakukan kick-off meeting yang dipimpin Kepala BSKJI Kemenperin untuk membahas work plan tersebut, yang rencananya akan dilaksanakan usai rangkaian Hannover Messe 2021.

Kerja sama tersebut mengamanatkan pembentukan Working Group on Quality Infrastructure guna membahas isu tertentu yang disepakati di dalam work plan.

“Diharapkan forum dialog ini akan menjadi wadah komunikasi langsung para pihak dalam mengatasi hambatan teknis perdagangan dan pada gilirannya dapat meningkatkan nilai ekspor,” kata Doddy.

Baca juga: Menperin: RI "partner country" pertama dari ASEAN di Hannover Messe