RI-Kanada bangun bandara kargo internasional di Bulungan

Gubernur Kalimantan Utara menyebut lokasi bandara kargo internasional berkonsep energi hijau yang akan dibangun lewat kerja sama investasi Indonesia dan Kanada berlokasi di Kabupaten Bulungan.

“Posisi bandara ini adalah antara ibukota Kaltara, yaitu Tanjung Selor dengan KIHI (Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI),” kata Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang kepada Antara di Tanjung Selor, Jumat.

Tanjung Selor merupakan ibu kota Provinsi Kaltara sekaligus ibu kota Kabupaten Bulungan. Sedang KIHI merupakan proyek strategis nasional yang telah diletakkan batu pertama pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Desember 2021 lalu di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Zainal menyebut, dalam waktu dekat pemerintah RI dan delegasi Kanada akan melaksanakan survei. Ia juga memastikan kajian kelaikan dan penyiapan lokasi pembangunan telah selesai dilakukan.

Baca juga: Pembangunan bandara di Kaltara untuk dongkrak ekspor hasil kelautan

Baca juga: Kadin datangkan investor Kanada studi bandara di Kaltara

“Kita mau membuat suatu kejutan, supaya ini betul-betul bandara yang kita harapkan. Semua kargo dari Jawa atau dari Sulawesi melalui Kaltara dulu, baru bisa di kirim ke luar negeri,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada saat pelaksanaan G20 di Bali baru-baru ini, PT Whitesky Facility, pemerintah Kanada, dan Pemprov Kaltara menjalin kesepakatan tripartit difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Republik Indonesia (RI).

“Dalam nota kesepahaman itu, Kanada melalui Canadian Commercial Corporation mendukung studi dan pengembangan green airport di Kaltara dengan estimasi investasi 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3 triliun, kurs saat ini,” kata Zainal A Paliwang.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan, Denon Prawiraatmadja dalam keterangan di Jakarta, pekan lalu menyebut bahwa kesepakatan ini merupakan satu dari 10 nota kesepahaman yang dilakukan pada kegiatan B20.

Keseriusan penanaman modal tersebut ditandai dengan melakukan perjanjian tripartit antara PT Whitesky Facility, pemerintah Kanada, dan pemerintah daerah Kaltara mengenai The Green Airport Initiative pada rangkaian acara Net Zero Summit dan B20 Invesment Forum yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Umum Kadin Indonesia, M Arsjad Rasjid dan Chairwomen B20, Shinta W Kamdani di Nusa Dua, Bali.

Dikatakan Denon, green airport yang dimaksud ini adalah rendah karbon yang sumber energi bukan dari minyak bumi, namun dengan solar panel, lalu untuk pengelolaan sumber airnya dilakukan dengan hidro dan energi biru yang semua akan dilakukan studinya di Kaltara.*

Baca juga: Wings Air bantah penghentian penerbangan di Bulungan Kaltara

Baca juga: Pemerintah teken komitmen pembangunan Bandara Binuang Kaltara