RI-Kanada Sepakat Bahas Liberasi dan Modal Perdagangan Barang

Merdeka.com - Merdeka.com - Indonesia bersama Kanada kembali merundingkan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA–CEPA). Pada putaran kali ini, kedua negara sepakat membahas tingkat liberalisasi serta modalitas perdagangan barang yang akan digunakan dalam skema ICA-CEPA.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, menyampaikan perundingan kemitraan perdagangan dengan Kanada perlu ditingkatkan. Sebab, meskipun kinerja perdagangan antara Indonesia-Kanada positif selama tiga tahun terakhir, hal tersebut belum mencerminkan potensi yang ada.

"Data total perdagangan Indonesia-Kanada relatif menunjukkan peningkatan selama tiga tahun terakhir (2019-2021), kami yakin kinerja saat ini masih belum merefleksikan potensi sesungguhnya yang dimiliki kedua negara," ujar Djatmiko, Selasa (1/11).

Dia menjelaskan, masih banyak potensi dan ruang untuk pengembangan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Kanada yang dapat didorong melalui ICA–CEPA. Dia juga berharap putaran ketiga perundingan ini dapat menjadi titik terang pembahasan isu-isu baru perundingan, yaitu ketenagakerjaan, lingkungan, dan perdagangan inklusif yang selama ini dibahas dalam diskusi tim ahli.

Dia berharap titik terang untuk isu-isu tersebut nantinya akan membantu mengakomodasi kepentingan nasional kedua negara. "Saya mengapresiasi delegasi kedua negara yang hadir pada perundingan dengan semangat positif dan pikiran terbuka untuk mencapai perjanjian yang saling menguntungkan bagi kedua negara," ujarnya.

Kedua delegasi juga sepakat untuk melanjutkan perundingan putaran keempat di awal tahun 2023 di Indonesia. Kinerja Perdagangan Indonesia-Kanada Pada Januari–Agustus 2022, total perdagangan Indonesia dan Kanada mencapai USD2,9 miliar, tumbuh 39,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 2 miliar.

Pada periode yang sama, ekspor Indonesia ke Kanada mencapai USD884 juta, sementara impor Indonesia dari Kanada sebesar USD 1,9 miliar.

Pada 2021, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD1,06 miliar atau meningkat 34,75 persen dibandingkan 2020 yang tercatat sebesar USD789,12 juta. Sementara itu, impor Indonesia dari Kanada tercatat sebesar USD2,05 miliar atau meningkat 27,14 persen dibanding tahun 2020 sebesar USD1,61 miliar.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Kanada pada 2021 adalah karet alam, pakaian pria, aksesori kendaraan bermotor, ban, dan alas kaki bahan tekstil. Sedangkan komoditas impor utama Indonesia dari Kanada yaitu gandum, pupuk, bubur kayu, kedelai, dan bijih besi. [azz]