RI Masih Bergantung Impor, Pelemahan Rumah Buat BBM Makin Mahal

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, pelemahan Rupiah membuat biaya impor bahan bakar minyak (BBM) semakin membengkak. Saat ini nilai tukar Indonesia telah mengalami depresiasi hampir 5 persen.

"Kemarin sempat tembus di atas Rp 15 ribu mau tidak mau kita akan menghadapi membayar mahal harga BBM," ujar Tauhid, pada Webinar, Kamis (28/7).

Tauhid menilai, krisis energi bisa terjadi jika pemerintah salah mengeluarkan kebijakan. Seperti yang terjadi di Sri Lanka, hingga membuat inflasi negara tersebut semakin tinggi.

"Saya kira kita sedang dihadapkan pada situasi bagaimana memilih kebijakan yang tepat untuk menghentikan krisis," terang Tauhid.

Menkeu Sri Mulyani: Kelangkaan Bahan Bakar Sedang Berlangsung di Seluruh Dunia

mulyani kelangkaan bahan bakar sedang berlangsung di seluruh dunia rev2
mulyani kelangkaan bahan bakar sedang berlangsung di seluruh dunia rev2.jpeg

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkap, saat ini dunia tengah menghadapi krisis energi. Kondisi ini diyakini akan memperburuk upaya pemulihan ekonomi.

Menurut data yang dimilikinya, harga minyak dunia mengalami kenaikan 350 persen dalam dua tahun. Ini berdampak pada kenaikan harga energi di seluruh negara di dunia.

"Pada bulan Juni, kami menyaksikan harga gas alam di Eropa meningkat sebesar 60 persen, hanya dalam dua minggu. Kelangkaan bahan bakar sedang berlangsung di seluruh dunia," katanya dalam pembukaan 3rd Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) di Bali International Convention Center.

Dengan adanya kenaikan komoditas energi, Menkeu Sri Mulyani menyebut akan berdampak pada kondisi sosial politik di beberapa negara. Sehingga, secara global, ini akan mengancam upaya pemulihan ekonomi.

"Dan kami melihat ini memiliki implikasi politik dan sosial yang besar di Sri Lanka, Ghana, Peru, Ekuador, dan di tempat lain. Kelangkaan ini karena harga gas yang tinggi benar-benar menjadi masalah, yang mengancam pemulihan kita. Dunia berada di tengah krisis energi global," kata dia. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel