RI Rawan Bencana Alam, Ini 4 Cara Bantu Penanganan Korban

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVA – Sebanyak ribuan bencana alam telah terjadi di Indonesia sejak awal tahun hingga April 2021. Hal itu tercantum dalam laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat hingga 1.089 bencana alam.

Dari ribuan bencana alam itu, sebanyak 468 kejadiannya adalah bencana banjir. Lalu, ada 288 kali kejadian angin puting beliung dan 210 kali kejadian tanah longsor.

"Sampai 11 April 2021 pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 1.089 kejadian bencana," tulis BNPB dalam Data Bencana Indonesia 2021, dikutip pada Kamis 15 April 2021.

Bencana alam lainnya yakni gempa bumi 17 kali, kebakaran hutan dan lahan hingga 90 kali, serta gelombang pasang dan abrasi 15 kali. Bahkan, kejadian kekeringan pun sempat melanda satu kali. Akibatnya, 456 orang meninggal dunia dan 60 lainnya masih dinyatakan hilang.

"Sebanyak 12.708 orang lainnya luka-luka. Lalu ada 4.508.605 orang mengungsi dan menderita," tulis BNPB.

Tentu, bencana alam tak hanya merenggut nyawa tapi juga merusak rumah warga. Terbukti, sebanyak 73.603 rumah warga rusak. Berdasarkan hal itu, kita perlu membantu para korban bencana alam.

Berikut 4 cara yang dapat dilakukan untuk bantu saudara kita korban bencana alam, dikutip dari laman TSI Shipping:

Donasikan ke organisasi bantuan bencana terakreditasi
Jika Anda memiliki kemampuan untuk menyumbangkan uang ke organisasi bantuan bencana yang terakreditasi, ini akan selalu menjadi cara yang paling membantu untuk membantu korban bencana. Seperti yang dilakukan oleh Perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition dan afiliasinya Herbalife Nutrition Foundation (HNF).

Mereka telah menyalurkan bantuan dana dan logistik senilai total Rp456 juta untuk disalurkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Bantuan yang diserahkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat diserahkan oleh Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi dan diterima secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said.

“Saat ini dimana saudara kita berada dalam fase pemulihan untuk kembali mendapatkan kehidupan normal, merupakan saat yang tepat bagi kami untuk melanjutkan bantuan dan dukungan yang telah diberikan oleh banyak pihak sebelumnya. Sebagaimana kita ketahui tahapan pemulihan pasca bencana tak kalah pentingnya dengan dukungan pada saat bencana terjadi,” ujar Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi, dalam keterangan persnya.

Rencanakan penggalangan dana
Mengorganisir penggalangan dana, apakah Anda melakukannya secara mandiri atau dalam hubungannya dengan sekolah anak-anak atau asosiasi komunitas Anda, adalah cara yang bagus untuk mengumpulkan dana atau mengumpulkan donasi yang dapat dikirim ke zona evakuasi dan bantuan melalui organisasi terakreditasi.

Sebelum Anda mulai mengumpulkan uang atau persediaan, hubungi organisasi yang ingin Anda sumbangkan dan konfirmasikan apa yang dibutuhkan.

Kirim barang dan perbekalan ke orang-orang terkasih di daerah bencana
Barang penting seperti furnitur, kasur, dan pakaian sering kali hilang atau hancur saat terjadi bencana alam seperti badai. Toko mungkin tidak segera buka kembali dan persediaan barang kebutuhan umum mungkin langka, jadi mengganti barang-barang ini bisa jadi sulit.

Jika Anda bisa, hubungi orang-orang terkasih di daerah yang terkena dampak dan cari tahu apa yang mereka butuhkan sebelum Anda mengirimkan barang-barang rumah tangga kepada mereka. Item yang paling sering dibutuhkan meliputi kasur, pakaian, perlengkapan mandi, makanan dan air, dan generator.

Kirim perbekalan ke zona pemulihan dan evakuasi
Jika Anda tidak memiliki orang tersayang di area tersebut tetapi masih ingin membantu, pertimbangkan untuk mengirimkan persediaan yang sangat dibutuhkan ke zona pemulihan dan evakuasi.

Selalu hubungi organisasi terakreditasi sebelum menyumbangkan persediaan bantuan — mengirim barang yang tidak diperlukan akan menambah beban kerja yang sudah ditangani oleh para pekerja dan relawan, dan akan mengalihkan sumber daya dan perhatian yang terbatas dari upaya bantuan.

Barang-barang yang biasanya dibutuhkan di zona evakuasi antara lain suplai medis, palet air atau makanan, generator, alat dan mesin berat, hingga bahan bangunan.