RI Respons Positif Hasil Referendum Swiss Soal IE-CEPA

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia menyambut baik hasil referendum Swiss yang menyetujui kerja sama ekonomi komprehensif dengan bangsa ini. Ini dianggap sebagai bentuk komitmen hubungan dagang kedua negara.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan hasil referendum tersebut menunjukkan komitmen Swiss dalam mendukung terwujudnya kerja sama kedua negara dalam skema Indonesia–European Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE–CEPA).

"Pemerintah Republik Indonesia sangat menghormati proses demokrasi yang ada di Swiss, dan hasil referendum ini memberikan angin segar bagi implementasi IE–CEPA segera,” kata dia dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 9 Maret 2021.

Lutfi juga menyatakan, pemerintah Indonesia juga menyambut baik rencana kerja sama di bidang keberkelanjutan atau sustainability dengan Swiss. Salah satunya lewat Indonesia–Swiss Economic Cooperation and Development Programme 2021-2024.

Di samping itu, dia juga memastikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dalam peningkatan perdagangan dan investasi di bawah payung IE–CEPA yang mengakui semangat kerja sama, saling menghargai, dan saling menguntungkan untuk produk andalan Indonesia, minyak sawit dan turunannya.

"Dukungan mayoritas 51,6 persen pemilih atas IE–CEPA adalah kabar positif bagi hubungan perdagangan Indonesia dan Swiss, juga bagi integrasi ekonomi Indonesia dengan negara-negara EFTA (European Free Trade Association)," tuturnya.

Hasil referendum ini juga menurutnya merupakan afirmasi Indonesia dan negara-negara EFTA untuk mengedepankan kerja sama, bukan mengutamakan kompetisi atau konfrontasi, termasuk dalam memperlakukan isu-isu keberlanjutan.

"Dengan diratifikasinya IE–CEPA oleh Swiss, Indonesia juga akan segera mempercepat proses ratifikasinya di DPR sehingga implementasi IE–CEPA dapat segera terlaksana," tegas Lutfi.

Sebagai informasi, ekspor nonmigas Indonesia pada 2020 ke EFTA yaitu Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein mencapai US$2,45 miliar dan impor dari EFTA tercatat sebesar US$830 juta.

Kondisi tersebut menyumbang surplus bagi neraca perdagangan nonmigas Indonesia sebesar US$1,62 miliar. Masih dari sisi nonmigas, sebesar 97,77 persen ekspor Indonesia ke EFTA diserap oleh Swiss. Di sisi lain, impor Indonesia dari EFTA datang dari Swiss sebesar 81,33 persen.