RI Transisi Menuju Endemi, Vaksinasi Covid-19 Kembali Digencarkan di 12 Wilayah Riau

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Intelijen Negara (BIN) kembali menggalakkan vaksinasi di provinsi Riau pascalibur lebaran. Mitigasi Covid-19 ini digencarkan sebagai persiapan menjelang masa transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Riau, Brigjen TNI Amino Setya Budi mengatakan, jajarannya mengintensifkan vaksinasi di 12 kota/kabupaten secara serentak. Adapun lokasi tersebut yakni Pekanbaru, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan serta Meranti. Selain itu, Kuansing, Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Dumai hingga Bengkalis.

Menurutnya, metode jemput bola yang digencarkan di fasilitas publik ini sangat efektif dalam meningkatkan capaian vaksinasi.

"Program vaksin tetap kita lanjutkan, bahkan kita buka gerai vaksin di tempat-tempat keramaian. Posko-posko Lebaran kemarin kita gunakan juga sebagai tempat pelaksanaan vaksin. Ini kita lakukan agar capaian vaksinasi di Riau dapat maksimal," ujar Amino dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5).

Jenderal bintang satu ini memaparkan, data Kemenkes pada Jumat (13/5/2022) menunjukan, vaksinasi nasional dosis primer di Indonesia telah mencapai 165.969.135 dosis atau 79,71 persen. Sementara, vaksinasi booster mencapai 20,14 persen.

Dia berharap, capaian target itu dapat terus ditingkatkan agar persiapan menuju endemi Covid-19 berjalan lancar.

"Kami optimistis vaksinasi yang terus kita laksanakan ini dapat memenuhi total target vaksinasi, terutama untuk booster. Dengan begitu, positivity rate dapat terus kita pertahankan di bawah satu persen," paparnya.

Dia juga berpesan, Covid-19 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan melengkapi vaksinasi dosis satu hingga booster dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Meski kasus Covid-19 sudah melandai, masyarakat diminta tidak terlena dan tetap waspada dengan ancaman Covid-19. Caranya dengan mendatangi sentra vaksinasi yang disedikan pemerintah dan menerapkan prokes saat dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.

RI Menuju Endemi

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan indikator pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia terus membaik. Baik dari positivity rate, keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga kasus kematian akibat Covid-19.

"Bisa dikatakan saat ini Indonesia sudah tidak lagi berada dalam kondisi kedaruratan dalam merespons pandemi Covid-19 dan mulai bertransisi menuju fase endemi," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Selasa (10/5).

Berdasarkan data terkini, angka rawat inap pasien Covid-19 turun hingga 97 persen, tingkat hunian tempat tidur rumah sakit hanya 2 persen. Kemudian kasus kematian menurun hingga 98 persen dan positivity rate nasional hanya 0,7 persen.

Menurut Wiku, kondisi Indonesia mulai bertransisi menuju endemi tercermin dari menurunnya efek Covid-19 terhadap perilaku sosial dan ekonomi masyarakat. Misalnya, pertumbuhan ekonomi meningkat, angka pengangguran menurun, indeks belanja dan mobilitas masyarakat keluar rumah meningkat.

"Ingat, bukan karena kondisi terkendali maka pengendalian Covid-19 tidak dilakukan. Ingat, pengendalian serta pengawasan akan tetap dijalankan dalam bentuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini," imbuhnya.

Di tengah membaiknya situasi penularan Covid-19, Wiku memastikan pemerintah tetap menjalankan kebijakan pengendalian virus SARS-CoV-2. Di antaranya, tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level dan protokol kesehatan memakai masker. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel