RI Unjuk Kemampuan Implementasi Industri 4.0 di Hannover Messe

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah kembali menjadi negara mitra di acara Hannover Messe 2021 yang digelar secara virtual. Untuk tahun ini, pemerintah memamerkan kemampuan transformasi sebagai negara yang mampu menerapkan industri 4.0.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pameran kali ini pemerintah mengusung tema Making Indonesia 4.0. Tujuannya, agar dapat menampilkan diri sebagai negara berkembang yang tengah melakukan transformasi.

"Sebagai Partner Country, Indonesia dapat menampilkan diri sebagai negara emerging yang tengah melakukan transformasi ekonomi menuju industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi. Indonesia harus bisa tampil dan menunjukkan eksistensi sebagai negara ekonomi besar," katanya melalui siaran pers, Selasa, 13 April 2021.

Pemerintah dikatakannya juga ingin berbagi kepada dunia mengenai peta jalan penerapan industri 4.0 di Indonesia dan pencapaian dalam implementasinya yang difokuskan pada tujuh sektor prioritas, yaitu elektronik, kimia, otomotif, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian serta farmasi dan alat kesehatan.

Di sektor kimia, farmasi, dan tekstil, Airlangga mengatakan, sejumlah perusahaan telah mengimplementasikan industri 4.0 yang memungkinkan efisiensi dan peningkatan daya saing.

Revolusi industri ke-4 yang merupakan perpaduan teknologi dengan integrasikan sumber daya teknologi, mesin, kecerdasan buatan dan manusia, memberikan perubahan besar dalam sektor tersebut.

“Kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan dan farmasi merupakan hal penting, terlebih dalam kondisi kedaruratan kesehatan seperti saat ini. Sektor tersebut masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi COVID-19 pada saat sektor lain terdampak berat,” ujar Airlangga.

Hannover Messe, menurutnya juga akan memberikan optimisme bagi dunia usaha untuk menjaring investor skala global. Pada sektor perdagangan, para pelaku usaha dapat memperoleh kesempatan mendapatkan mitra untuk memperluas ekspornya.

Dalam pameran ini, ada 156 pelaku industri dari Indonesia yang berpartisipasi, dan 54 di antaranya berasal dari sektor industri logam, mesin dan alat transportasi dan elektronika. Selain itu, ada sebanyak 63 startup asal Indonesia yang akan berpartisipasi.

Setiap tahunnya, Hannover Messe dihadiri rata-rata 225 ribu pengunjung yang merupakan perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia. Namun, untuk tahun ini pameran Hannover Messe diperkirakan akan menarik 1 juta pengunjung.

“Karena tahun ini pameran dilaksanakan secara daring sehingga dapat menjangkau target peserta yang lebih banyak,” tutur Airlangga.

Sebagai informasi, pada awalnya Indonesia akan menjadi Partner Country Hannover Messe pada 2020 lalu, namun terpaksa dibatalkan karena terjadi pandemi COVID-19.

Selain penyelenggaraan pada tahun ini, Indonesia juga akan tampil kembali sebagai Partner Country Hannover Messe yang rencananya akan diselenggarakan secara hybrid pada 2023 mendatang.