Riau Bakal Dapat 4 Juta Vaksin Covid-19, Didistribusikan ke Mana Saja?

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau belum mendapat kabar kapan vaksin Covid-19 bakal dikirim pemerintah pusat. Hal ini membuat Satgas Covid-19 di Riau belum menyusun jadwal vaksinasi tapi siap dilakukan kapan saja jika vaksin tiba.

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi meminta masyarakat bersabar menjelang vaksin tiba. Sembari itu, masyarakat diminta tak bosan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Bumi Lancang Kuning.

"Kita tunggu saja, informasi pastinya belum ada," kata Yovi di Pekanbaru, Senin siang, 21 Desember 2020.

Perkiraan Yovi, vaksin buatan China bernama Sinovac itu bakal dikirim paling cepat ke Riau akhir Desember ini. Penyebaran kemudian dilakukan Satgas ke seluruh kabupaten dan kota awal tahun.

"Tujuannya fasilitas kesehatan seperti puskesmas, kemudian dilakukan vaksinasi," ucap Yovi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir menyebut Satgas Covid-19 di Riau bakal mendapat 4 juta ampul vaksin. Jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan vaksinasi melihat jumlah penduduk.

"Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kriteria penerima vaksin di Riau," sebut Mimi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kriteria Tertentu

Mimi menyebut Satgas Covid-19 di Riau sudah menyusun rencana distribusi sesuai kuota tersebut. Pihaknya juga menghitung kuota masing-masing daerah di Riau agar sebaran vaksin merata.

Mimi mengatakan Puskesmas menjadi tujuan akhir vaksin karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apalagi setiap kecamatan di Riau saat ini sudah punya fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

"Masyarakat bisa melakukan vaksinasi di Puskemas terdekat," kata Mimi.

Mimi menyatakan tidak semua masyarakat mendapatkan vaksin. Sudah ada kriteria, di antaranya berusia dari 18 hingga 59 tahun, kemudian diutamakan tenaga medis dan yang berhubungan dengan pelayanan.

"Kemudian tokoh-tokoh masyarakat, diutamakan yang belum pernah terkonfirmasi Covid-19," ucap Mimi.

Menurut Mimi, warga yang pernah terkonfirmasi Covid-19 kemudian pulih sudah punya anti bodi virus. Dengan demikian tidak perlu vaksin karena sudah ada kekebalan dalam tubuh.

Simak video pilihan berikut ini: