Salat di Masjid saat New Normal Harus Daftar Online

Zulfikar Husein

VIVA – Seluruh umat Muslim di dunia hampir tiga bulan lebih tidak bisa menjalankan ibadah salat 5 waktu ataupun salat Jumat di masjid. Kini, di fase new normal, sejumlah negara mulai mengizinkan tempat ibadah untuk dibuka kembali, temasuk di Singapura.

Mulai Jumat 26 Juni 2020, negara berlambang singa itu memperbolehkan umat Islam untuk kembali beribadah salat Jumat di masjid. Namun, sebelum pergi ke masjid, umat Muslim di Singapura harus mendaftarkan diri lewat online terlebih dahulu yang akan dibuka pada Rabu 24 Juni 2020.

Jika tidak mendaftar secara online, maka jemaah dilarang untuk menunaikan salat Jumat di masjid. Kebijakan ini telah disepakati oleh Pemerintah Singapura dan Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) pada Minggu 21 Juni 2020, untuk memberi kesempatan lebih banyak umat Muslim beribadah kembali di masjid.

Baca Juga: Sempat Hilang, Kasus Baru Corona di China Muncul Lalu Naik Lagi

Setiap masjid nantinya akan mengadakan dua sesi salat Jumat yang berdurasi 30 menit, dengan jumlah maksimal 50 jemaah karena harus mematuhi aturan jaga jarak satu meter. Jika satu sesi pertama telah selesai, akan ada jeda sebentar untuk membersihkan kembali masjid untuk pemakaian sesi berikutnya.

"Setiap orang hanya diperbolehkan memesan satu slot untuk Salat Jumat setiap tiga minggu. Ini untuk memungkinkan lebih banyak orang bisa Salat Jumat," demikian pernyataan MUIS, seperti dikutip Bernama, Selasa 23 Juni 2020.

Karena risiko penularan COVID-19 di masjid masih tetap tinggi, MUIS mengatakan masjid akan menerapkan rencana manajemen keamanan komprehensif untuk keselamatan semua jemaah, seperti pengecekan suhu tubuh dan setiap orang harus mengenakan masker. Jemaah pun diwajibkan membawa peralatan ibadah masing-masing dan diimbau menghindari kontak fisik dengan jemaah lain.

Semua kebijakan ini juga berlaku untuk masing-masing dari salat lima waktu yang dapat dilaksanakan di masjid. Saat menyampaikan khotbah, para imam harus berdiri setidaknya dua meter dari baris pertama, dan diwajibkan memakai faceshield. Khotbah dan salat juga akan dipersingkat menjadi maksimum 20 menit.

Meski demikian, MUIS menghimbau anak-anak dan kelompok rentan seperti kaum lansia serta mereka yang menderita penyakit pernapasan kronis, untuk tetap beribadah di rumah agar terhindar dari infeksi.