Ribka: Idealisme dokter sudah luntur!

MERDEKA.COM. Ketua Fraksi Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning melihat orientasi dunia kedokteran saat ini sudah tercampur dengan sistem liberalis dan kapitalis. Rumah sakit cenderung berorientasi mencari keuntungan ketimbang memberi pelayanan.

"Kita lihat saat ini, kesalahan sistem rumah sakit di Indonesia orientasi farmasi untuk melayani malah ke liberalis, kapitalis. Ini kan mencari uang," ujar Ribka di Gedung DPR Komisi IX, Jakarta (4/13).

Ribka menegaskan, saat ini pekerjaan dokter seharusnya mengabdi dengan melayani masyarakat. Ia juga menyesalkan buruknya sistem rumah sakit di Indonesia sehingga sering pasien tak dilayani secara maksimal.

"Ketika ada pasien, dokter langsung membawanya ke lab. Seorang dokter tak percaya dengan ke ilmuan yang dimilikinya karena apa? Di lab karena ada teknologi-teknologi yang menjanjikan sehingga kapitalisme dan neo-liberalisme masuk di kesehatan. Para dokter tidak tahu berapa beratnya pasien bayar," tegasnya.

Ribka menuturkan, pasien sangat terbebani apabila pekerjaan dokter dikaitkan dengan mencari uang. Ia juga meminta kepada pemerintah untuk dapat merubah sistem manajemen rumah sakit hingga kelayakan seorang menjadi dokter

"Sudah luntur idealisme dokter. Pekerjaan sosial apa mau dagang? Jangan dicampuri pekerjaan sosial dan mencari uang. Ini yang terjadi sistem rumah sakit kita saat ini," tegas politikus PDIP itu.

Laporan: Sukma Alam

Baca juga:

Bahas kasus dr Ayu, Komisi IX panggil Menkes dan Menkum HAM

5 Kisah pengabdian tanpa batas dokter Lo

Ini dokter Lo, tak pernah memasang tarif saat layani pasien

Topik pilihan:

Ekonomi Indonesia | Pekan Kondom Nasional | Perseteruan Selebritis | Tips Cinta | Top List

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.