Ribuan alumnus SMK di Sumsel tersalurkan ke perusahaan

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan menyatakan jumlah alumnus pada jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) di provinsi itu yang tersalurkan ke perusahaan nasional mencapai ribuan orang per Januari 2021 - Oktober 2022.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMK Disdik Sumsel, Lisparida, di Palembang, Sabtu mengatakan selama rentang waktu tersebut ada sebanyak 1.825 orang alumnus SMK dari setiap kabupaten/kota yang tersalurkan ke perusahaan.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 400 orang di antaranya sudah dinyatakan diterima dan sudah bekerja seja bulan Agustus 2021,” katanya dan menambahkan mereka menempati posisi sebagai operator di perusahaan pertambangan, otomotif hingga pabrik tekstil.

Adapun ratusan orang itu tersalurkan melalui program penyaluran tenaga kerja hasil kerja sama Dinas Pendidikan- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel dengan pihak perusahaan penerima.

Perusahaan tersebut di antaranya, PT. Astra Daihatsu Motor, PT. Unggaran Sarigarmen Semarang, Jawa Tengah, PT. Kalimatan Prima Pesada, PT. Pama, Muara Enim dan PT. Unitied Traktor.

Sementara, untuk sebanyak 1.425 orang lainnya, menurut Lisparida, saat ini mereka sedang menjalani tahap pemagangan dan sebagian lagi baru dinyatakan lolos seleksi masuk tahap pertama.

Ia menjelaskan mereka merupakan alumnus SMK pencari kerja yang tersalurkan melalui Job Fair (Bursa Kerja) Dinas Pendidikan – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel, awal Oktober 2022, di Palembang.

“Kami masih menunggu informasinya dari perusahaan, InsyaAllah, kemungkinan besar mereka keterima, mengingat, jumlah ini (sebanyak 1.425, red) merupakan kuota tenaga kerja yang dibutuhkan oleh 30 perusahaan dalam Job Fair kemarin,” katanya.

Selain itu, katanya, para alumnus SMK yang tersalurkan ke perusahaan merupakan individu pilihan yang sudah memiliki kompetensi keilmuan dalam bidang-bidang keahlian masing-masing.

Kompetensi keahlian itu mereka dapatkan baik selama menjalani pendidikan selama tiga tahun di SMK yang menerapkan Kurikulum Penyelarasan Berbasis Industri hingga setelah tamat mereka pun kembali di uji oleh lembaga sertifikasi profesi pendidikan vokasi kabupaten/kota.

“Semua sudah diterapkan di seluruh SMK se-Sumsel, karena setiap alumni SMK memang dibentuk untuk siap kerja,” katanya,

Disdik bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi menargetkan angka tingkat pengangguran terbuka di Sumsel dapat turun secara bertahap dari 4,40 persen pada tahun 2022 menjadi hingga 4,5 persen tahun 2023, demikian Lisparida.

Baca juga: Pemprov Sumsel fasilitasi siswa lulusan SMK terserap perusahaan

Baca juga: Disdik Sumsel berharap alsintan karya siswa SMK diproduksi massal

Baca juga: Siswa SMKN Sumsel ciptakan motor ambulans

Baca juga: BUMN Sumsel akan bantu laboratorium 17 SMK