Ribuan Buruh Minyak BOB-BSP Riau Mogok Kerja

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

Pekanbaru (Antara) - Sekitar 1.200 buruh mitra kerja perusahaan minyak Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako (PT BOB-BSP) melakukan mogok kerja di beberapa area kerja di Provinsi Riau, Selasa.

"Mogok kerja ini karena perusahaan tidak menepati janji untuk pembayaran kenaikan gaji kepada pekerja mitra kerja sesuai kesepakatan dan peraturan yang berlaku," kata Supendi, salah seorang pekerja ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru.

Mogok kerja berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Ribuan mitra kerja yang melakukan aksi mogok kerja berada di tiga area kerja BOB-BSP, yakni area Zamrud, Pedada, dan Kasikan.

"Di area Pedada saja sudah ada sekitar 500 orang yang mogok kerja," katanya.

Ketua Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) Riau Adermi menjelaskan aksi mogok kerja berjalan tertib dan damai, karena buruh tidak melakukan penggalangan massa.

"Ini bukan demonstrasi, tidak ada pengerahan ribuan buruh berkumpul di satu lokasi, tapi mereka sukarela dengan kesadaran sendiri mogok kerja. Itu adalah kekuatan kita," ujarnya.

Adermi menjelaskan bahwa aksi mogok kerja dilatarbelakangi tuntutan agar perusahaan menjalankan peraturan mengenai kenaikan Upah Minimun Sektor Provinsi (UMSP) buruh minyak dan gas bumi 2013 untuk Provinsi Riau, yang mengalami kenaikan sebesar Rp720 ribu per bulan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut juga sudah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur No.24 Tahun 2013.

Adermi mengatakan bahwa hingga kini manajemen BOB-BSP belum penyesuaian kenaikan upah tersebut, termasuk juga membayarkan rapel (akumulasi) kenaikan upah yang berlaku sejak Januari tahun ini. Bahkan, ia mengatakan pihak manajemen justru mengingkari kesepakatan bersama yang menjanjikan pembayaran rapel upah sesuai UMSP dibayarkan pada 16 September.

"Kenyataannya semua nol besar. Dalam perundingan terakhir mereka tidak memberi kepastian kapan akan ada penyesuaian dan pembayaran. Karena itu buruh melakukan mogok kerja, karena mana kami bisa percaya lagi dengan manajemen," ujarnya.

PT Bumi Siak Pusako (BSP) merupakan perusahaan daerah di Provinsi Riau yang mengelola Blok CPP (Coastal Plain Pekanbaru) mulai 2002, setelah kawasan itu sebelumnya dikuasai PT Chevron Pasific Indonesia. BSP menggandeng PT Pertamina Hulu dengan membentuk Badan Operasi Bersama (BOB) untuk mengelola Blok CPP, dengan menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada 6 Agustus 2002.

Namun, produksi minyak ternyata terus turun dari tahun ke tahun, setelah sebelumnya sempat mencapai 34.000 barel per hari pada 2003. Perusahaan itu sekarang hanya mendapat target dari pemerintah sebesar 15.800 barel minyak per hari.

Meski demikian, berdasarkan data SKK Migas, produksi BOB-BSP sejak Januari sampai Maret, rata-rata terhitung hanya 14.869 barel per hari.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...