Ribuan Buruh PT Pan Brothers Demo Minta Gaji Dibayar Penuh

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ribuan buruh melakukan demonstrasi di depan pabrik PT Pan Brothers Tbk di Desa Butuh Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu 5 Mei 2021. Mereka menuntut manajemen perusahaan agar tetap membayar gajinya secara penuh dan tidak dicicil.

Seperti dilansir dari Antara, salah satu buruh PT Pan Brothers tbk yang tidak mau disebut namanya mengatakan, para karyawan melakukan aksi ini karena tidak puas dengan kebijakan perusahaan PT Pan Brother Tbk. Perusahaan membayarkan gaji karyawan dengan cara dicicil dua kali.

Aksi unjuk rasa ini terjadi secara spontan. Hal itu terjadi setelah dipicu ketidakpuasan buruh setelah mendapat pengumuman dari manajemen jika gaji dibayarkan dua kali. Yakni, pada tanggal 5 Mei dan 10 Mei mendatang. Sementara itu, informasi yang dihimpun pembayaran THR juga akan dicicil.

Bahkan, aksi demo diikuti oleh seluruh buruh dari semua divisi di PT Pan Brothers Tbk. Awalnya mereka menggelar aksi di dalam pabrik. tetapi mereka kemudian keluar dan melakukan aksi di luar pabrik.

Aksi buruh berkumpul di depan pabrik itu pun mendapat pengamanan dari petugas Polres dan Kodim 0724 Boyolali.

Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Kabupaten Boyolali sudah turun tangan untuk ikut meredam aksi buruh di PT Pan Brothers di Mojosongo Boyolali itu.

Kepala Dinkopnaker Kabupaten Boyolali M Syawaludin, mengatakan, demo itu karena ada perselisihan antara pekerja dengan manajemen perusahaan itu terkait pembayaran gaji buruh.

Menurut Syawaludin, ribuan bekerja PT Pan Brothers Tbk telah melakukan aksi demo menuntut karena tidak puas gajinya akan diberikan dengan cara dicicil dua kali yakni tanggal 5 Mei dan 10 Mei mendatang.

Saat ini, Dinkopnaker Boyolali sedang melakukan mediasi untuk meredam buruh. "Kami sedang negosiasi dengan pihak manajemen perusahaan," kata Syawaludin.

Syawaludin menjelaskan kondisi keuangan perusahaan PT Pan Brother Tbk sedang terganggu sehingga mengeluarkan kebijakan untuk mencicil gaji buruh.

"Kami dari Diskopnaker mewakili pemerintah meminta perusahaan membayar gaji bekerjanya sesuai jadwal yang berjalan seperti biasanya," katanya. (Ant)