Ribuan emak-emak ikuti Festival Tudung Lingkup di Jambi

Lebih dari seribu "emak-emak" di Jambi mengikuti Festival Tudung Lingkup yang diadakan di Kampung Tengah, Pelayangan Kota Jambi, Ahad.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan Festival Tudung Lingkup digelar dalam rangka menyambut kedatangan tim susur Sungai Batanghari yang singgah di Kota Jambi.

"Dalam rangka Kenduri Swarnabhumi 2022, Festival Tudung Lingkup diadakan di Pelayangan ini untuk menyambut rombongan susur sungai Batanghari yang sudah berjalan mulai dari Dharmasraya dan hari ini singgah di Kota Jambi," katanya.

Maulana mengatakan Festival Tudung Lingkup merupakan kearifan budaya lokal Seberang Kota Jambi yang hingga kini masih terjaga. Festival Tudung Lingkup diikuti oleh 1.000 lebih ibu-ibu dari seluruh Kecamatan di Kota Jambi yang mengenakan kain batik Jambi sebagai penutup kepala dan hanya memperlihatkan mata.

Baca juga: Susur Sungai Batanghari meriahkan Festival Candi Muaro Jambi

Baca juga: Misi penyelamatan Sungai Batanghari dengan Kenduri Swarnabhumi

Festival Tudung Lingkup dikemas menjadi pawai dengan ciri khas tersendiri di mana, peserta pawai yang seluruhnya "emak-emak" mengenakan tutup kepala tradisional perempuan Melayu Seberang Kota Jambi.

"Kami berharap bukan saja melestarikan budaya, namun Festival Tudung Lingkup mampu menjadi penggerak ekonomi Seberang melalui UMKM pelaku perajin batik Jambi," katanya menerangkan.

Festival Tudung Lingkup, kata Maulana , menjadi salah satu budaya yang harus digelorakan secara berkelanjutan. Peran ibu-ibu di Kota Jambi juga besar, atas keberlangsungan budaya lokal ini.

"Ibu-ibu begitu semangat melestarikan budaya, mudah mudahan pesan moralnya untuk melestarikan budaya terus digelorakan," katanya.

Kearifan budaya lokal di Seberang Kota Jambi perlu terus dihadirkan di tengah masyarakat saat ini. Hal ini mengingat bahwa Seberang merupakan pusat wisata budaya dan wisata religi di Jambi.

Sementara itu, terkait susur sungai Batanghari, Maulana mengatakan kegiatan susur sungai dapat mengangkat kembali marwah Sungai Batanghari sebagai pusat peradaban .

"Kita wajib menjaga, lingkungan dijaga dan budaya kita jaga," katanya,*

Baca juga: Harta karun ilmu di Pulau Emas

Baca juga: Jambi kibarkan 1.000 bendera di atas Sungai Batanghari