Ribuan Ikan Bergerombol di Pantai Melasti Bali, Ternyata Ini Penyebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Viral video memperlihatkan ribuan ikan bergerombol di tepi pantai Melasti Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Gerombolan ikan itu dijaring oleh banyak warga.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Bali, Permana Yudiarso mengatakan fenomena itu adalah fish schooling yang biasa terjadi.

"Itu fenomena fish schooling, ada ikan yang bergerombol saat berenang untuk mencari makan," kata Yudiarso saat dihubungi, Jumat (3/6) sore.

Dia menyebutkan, fenomena itu diibaratkan seperti kumpulan bebek bergerombol dan ada pimpinannya yang diikuti oleh lainnya untuk mencari makan.

"Ada ikatan panutan seperti bebek. Misalkan, pimpinannya kedepan yang lainnya mengikuti. Hal ini lumrah dan bagi jenis ikan tertentu, utamanya ikan pelagis atau ikan yang berenang di permukaan air," imbuhnya.

Menurutnya, ikan yang berkelompok itu adalah ikan jenis pelagis yang berenang di permukaan pantai. Namun, banyak warga menganggap hal tersebut tidak biasa. Kebiasaan ikna pelagis itu mirip ikan teri ketika melihat sinar.

"Ini, terjadi tidak hanya di dekat pantai tapi juga di perairan yang agak dalam. Kebetulan, ini muncul didekat pantai biasanya mereka bergerombol itu karena ada makanan di situ," jelasnya.

Makanan mereka adalah klorofil A. Semacam binatang kecil seperti planton dan kemungkinan berlimpah di tepi pantai. Sehingga, didatangi oleh gerombolan ikan tersebut. Selain itu, saat ini suhu di perairan di pantai tersebut hangat sehingga cocok bagi mereka untuk berenang ke tepi pantai.

"Kalau, kami asumsikan makanannya itu berada di pinggir pantai dan makanannya masih banyak dan juga ada perubahan cuaca, sekarang suhu air laut sudah mulai hangat dan sudah mulai ada hujan akhir-akhir ini," ujarnya.

Kemudian, hujan juga membawa nutrien atau zat makanan yang berlimpah ke laut. Sehingga, banyak makanan bagi ikan di dekat muara sungai atau dekat pantai.

"Dan di Ungasan atau di selatan Bali pantai yang berbatasan langsung dengan samudera lepas, suhunya cocok dan makanannya banyak. Sehingga, dia bergerombol di situ dan kebetulan itu dekat pantai. Jadi terlihat seperti aneh karena biasanya di mereka di tengah laut," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, ikan-ikan tersebut tidak jadi masalah ditangkap dan dikonsumsi oleh warga. Karena, ikan itu tidak mati dan mengambang di laut karena penyebab lainnya.

"Itu tidak masalah, selama ditangkap hidup dan bukan mati mengapung dan itu tidak masalah," ujarnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel