Ribuan Jurnalis di Sumsel Masuk Daftar Prioritas Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Palembang - Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, menyasar para pejabat daerah dan tenaga kesehatan (nakes), yang berpotensi besar terpapar Covid-19.

Namun berbeda di Sumatera Selatan (Sumsel). Gubernur Sumsel Herman Deru bahkan menaruh perhatian ke para jurnalis di Sumsel, yang juga berpotensi terpapar Covid-19 lebih besar karena aktivitas peliputan di berbagai sektor.

Diungkapkan Gubernur Sumsel, jurnalis yang bekerja di berbagai media merupakan salah satu garda terdepan, dalam memutus penyebaran Covid-19. Sehingga jurnalis menjadi salah satu sasaran penerima vaksinasi Covid-19 yang harus diprioritaskan.

“Semua sasaran akan dilakukan vaksinasi. Untuk pelaksanaannya tergantung dengan jumlah vaksin yang datang ke Sumsel. Namun semuanya kita target bisa selesai secepatnya, termasuk untuk jurnalis juga sudah kita rencanakan,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur ini, akan menyiapkan kuota sebanyak 1.000 vaksin untuk jurnalis di Sumsel.

Herman Deru juga menunjuk pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, sebagai coordinator untuk mendata jurnalis mana saja yang akan mendapatkan vaksin Covid-19.

“Mereka yang mendapat vaksinasi, harus yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan berlaku,” ungkapnya.

Vaksinasi Bagi Jurnalis

Seorang wartawan membentangkan poster saat aksi solidaritas tolak kekerasan terhadap jurnalis di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (14/11/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Seorang wartawan membentangkan poster saat aksi solidaritas tolak kekerasan terhadap jurnalis di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (14/11/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Nantinya data yang diserahkan PWI Sumsel, akan direkomendasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel. Pembagian vaksinasi bagi jurnalis di Sumsel, lanjut Herman Deru, akan dilakukan secara proporsional.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuraini menuturkan, jurnalis memang seharusnya masuk daftar penerima vaksin, yang digolongkan dalam pelayan publik. Namun, dari segi mekanisme dan jumlah penerimanya belum ada arahan dari pusat.

“Kita masih menyelesaikan peruntukan bagi tenaga medis. Bila semua lancar, pada bulan Maret- April 2021 nanti, giliran pejabat dan pelayan publik untuk divaksin, termasuk juga jurnalis,” katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :