Ribuan Kartu Perlindungan Sosial Dikembalikan

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 5.645 Kartu Perlindungan Sosial (KPS) untuk warga miskin dikembalikan ke pemerintah karena tidak sesuai dengan data.

"Sebanyak 5.645 KPS dikembalikan sebab ada yang pindah, ada yang meninggal. Nanti akan dicari penggantinya," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Andi Z Dulung di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan saat ini sudah lebih dari 14 juta KPS yang dibagikan.

Pemerintah mendata 15,5 juta warga miskin yang berhak mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Dari 15,5 juta, 5.000 itu kecil. Kita memperkirakan perubahan data tidak lebih dari enam persen," tambah Andi.

Pemerintah memberikan KPS sebagai bukti pemegang kartu berhak mendapatkan BLSM dan bantuan sosial lainnya seperti Raskin, PKH dan Bantuan Siswa Miskin.

BLSM akan diberikan sebesar Rp150 ribu setiap bulan selama empat bulan dilanjutkan bantuan penambahan raskin, PKH dan BSM.

Jika terjadi perubahan data ada mekanisme yang dijalankan yaitu melalui rembuk desa dan dicari pengganti penerima BLSM, tambah dia.

Perubahan data bisa disebabkan karena perpindahan alamat, orang yang bersangkutan meninggal atau tingkat kesejahteraannya sudah membaik.

Agar tidak ada kecurigaan terjadi kecurangan, setiap desa akan didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai perpanjangan tangan Kementerian Sosial.

"BLSM ini mekanismenya beda dengan BLT, KPS tidak bisa diwakilkan dan langsung disalurkan oleh PT Pos bukan RT," ujar Andi. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.