Ribuan mahasiswa di Yogya deklarasi Indonesia Bangkit

MERDEKA.COM. Sekitar 20.000 pelajar, mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta memadati Jalan Malioboro dari ujung utara hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Mereka menyatakan deklarasi Indonesia Bangkit dalam gerakan 'Save Indonesia'.

Pengucapan deklarasi Indonesia Bangkit tersebut dipimpin oleh mahasiswa yang mewakili seluruh provinsi yang ada di Indonesia, disaksikan sejumlah tokoh masyarakat seperti Istri Menpora Ismarindayani Priyanti, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dan Kapolda DIY Brigjen (Pol) Haka Astana.

Dalam deklarasi tersebut dinyatakan bahwa generasi muda Indonesia dari beragam suku menyatakan akan menjunjung tinggi martabat bangsa untuk bersama-sama mewujudkan negara Indonesia yang baru.

Tujuan lain yang ingin dicapai melalui deklarasi tersebut adalah mewujudkan Indonesia yang maju, satu, damai, makmur, termasyur, termegah, bebas korupsi, bebas kekerasan, bebas kemiskinan dan kebodohan, dan bebas narkoba.

Setelah menyatakan deklarasi tersebut, puluhan ribu pelajar dan masyarakat tersebut pun bersama-sama melakukan flashmob bertema 'Save Indonesia'.

Kegiatan pun diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi Indonesia Bangkit oleh tokoh masyarakat dan masyarakat di selembar kain yang telah tersedia di sepanjang Jalan Malioboro.

"Kegiatan ini sudah dilakukan sejak April, dimulai dari sekolah-sekolah serta lokasi lain. Target peserta juga terpenuhi. Selain di DIY, kegiatan ini juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia," kata Koordinator Flashmob Nico Herdiansyah.

Nico menjelaskan, sudah ada sekitar 15.000 lembar kain yang ditandatangani oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang menyatakan bahwa masyarakat mendukung gerakan Indonesia Bangkit.

"Nantinya, kain yang bertanda tangan tersebut akan dikirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kami sudah berusaha, dan menyerahkan sepenuhnya ke pemimpin negara ini bagaimana harus bersikap," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta mengatakan, kegiatan yang dipusatkan di Malioboro tersebut menunjukkan bahwa pelajar, mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat di Yogyakarta memiliki kebersamaan yang luar biasa.

"Yogyakarta selalu istimewa dan dari Yogyakarta untuk Indonesia," kata Haryadi.

Sedangkan Brigjen (Pol) Haka Astana mengatakan, sejarah telah menuliskan bahwa Nusantara pernah berjaya, yaitu pada Abad VII dari Kerajaan Sriwijaya, serta Abad XIV dengan adanya Majapahit.

"Dan kini memasuki Abad XXI. Sudah saatnya Indonesia kembali berjaya. Abad ini baru berjalan 13 tahun, masih ada 87 tahun lagi yang bisa diisi para generasi muda agar Indonesia bisa kembali berjaya," katanya.

Untuk meraih kejayaan, Haka berpesan agar seluruh lapisan masyarakat bisa menghindari tiga hal yang hanya akan membuat sebuah bangsa tidak maju, yaitu tidak adanya kaderisasi pemimpin yang baik, tidak terjadi akulturasi budaya, dan adanya perang saudara.

"Kesalahan-kesalahan itu harus dihindari jika masyarakat menginginkan Indonesia yang maju," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.