Ribuan Pendukung Donald Trump Demo di Washington DC

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ribuan pendukung Presiden AS Donald Trump muncul di Washington DC untuk berunjuk rasa. Mereka menuding ada penipuan dalam pemilihan presiden yang digelar beberapa waktu lalu.

Dilansir dari BBC, Minggu 15 November 2020, para demonstran yang tampak membawa bendera AS itu bergabung dengan anggota kelompok sayap kanan termasuk Proud Boys. Beberapa mengenakan helm dan rompi anti peluru.

Demo sebagian besar berlangsung damai. Namun, menjelang malam hari, terjadi beberapa bentrokan kecil.

Demo ini disebut menyusul calon presiden AS, Joe Biden yang memenangkan pemilihan presiden AS pada hari Jumat lalu. Dia memperkuat kemenangannya dengan kemenangan yang diproyeksikan di negara bagian Georgia yang menjadikannya kandidat Demokrat pertama yang mengambil alih negara bagian itu sejak 1992.

Dia sekarang memiliki 306 suara di electoral college-sistem yang digunakan AS untuk memilih presidennya-yang jauh melebihi ambang batas 270 untuk menang.

Namun, Trump sejauh ini menolak untuk menyerah. Dia meluncurkan banyak tantangan hukum di negara-negara bagian utama dan membuat tuduhan yang tidak berdasar tentang kecurangan pemilu yang meluas. Tetapi upayanya sejauh ini tidak berhasil.

Para pendukung Trump memulai demonstrasi sekitar tengah hari waktu setempat pada hari Sabtu di dekat Freedom Plaza, di timur Gedung Putih, dan kemudian menuju ke Mahkamah Agung.

Selain pendukung Trump arus utama, anggota kelompok milisi Proud Boys dan the Oath Keepers sayap kanan berada di antara para demonstran. Sedangkan, Ahli teori konspirasi, Alex Jones disebut berbicara kepada orang banyak.

Acara pada siang hari sebagian besar tertib, pendukung Trump justru bentrok dengan demonstran tandingan di malam hari. Rekaman video yang diposting di media sosial menunjukkan perkelahian pecah.

Para pejabat mengatakan, 20 orang telah ditangkap atas berbagai tuduhan, termasuk penyerangan dan kepemilikan senjata. Satu penusukan juga dilaporkan. Dua petugas polisi juga terluka.

Penelusuran VIVA di media sosial Twitter, Donald Trump juga me-retweet video aksi demonstrasi para pendukungnya itu. Namun, akun Donald Trump sudah ditandai oleh Twitter ‘this claim about election fraud is dispute!’.