Ribuan Rumah Susun Sederhana tak Dihuni Warga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Sebanyak 2.430 unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang terletak di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara hingga saat ini belum dapat dihuni.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta, Agus Subardono mengatakan, Rusunawa ini tak bisa segera dihuni, karena Pemerintah Pusat belum melakukan penyerahan aset bagi warga berpenghasilan rendah ini kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Beberapa diantaranya terdapat di kawasan Marunda sebanyak 11 blok (1.080 unit), 6 blok (600 unit) di Jalan Komarudin, 4 blok (400 unit) di Jalan Pinus Elok, 2 blok (150 unit) di kawasan Cakung Barat, serta 2 blok (200 unit) lainnya di kawasan Cipinang Besar Selatan, Jakarta Utara.

Agus menerangkan, hingga saat ini, pihaknya telah membangun 83 blok (6.643 unit) Rusunawa. Beberapa unit dari jumlah keseluruhan Rusunawa tersebut ada yang telah dihuni, dan ada yang sedang dalam proses pengisian warga.

Menurut Agus, belum diisinya sebagian Rusunawa ini disebabkan kendala teknis, seperti belum lengkapnya fasilitas air dan listrik. Selain itu, proses seleksi warga pun cukup ketat, karena harus melihat beberapa indikator syarat warga yang dapat tinggal di rusun tersebut.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.