Ribuan Surat dari Perempuan Turki Dikirim ke Pemimpin Dunia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Lembaga advokasi Hak Asasi Manusia dan Sipil, Advocates of Silenced Turkey (AST), melakukan gerakan kampanye untuk menyuarakan aspirasi para perempuan di Turki yang teraniaya.

Target kampanye ini adalah agar suara kaum perempuan Turki yang terbungkam, didengar oleh ribuan pemimpin wanita dunia pada Hari Wanita Sedunia yang jatuh 9 Mei 2021.

“5.000 surat dan bunga untuk 5.000 pemimpin wanita di seluruh dunia mewakili suara bagi ribuan ibu yang teraniaya di Turki,” tulis laporan AST, seperti dilansir dari Silenced Turkey, Minggu 9 Mei 2021.

Tak hanya itu, relawan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Brasil, Albania, negara-negara Eropa dan Asia juga turut terlibat berupaya menjangkau para wanita di dunia.

“Perempuan Turki selalu didiskriminasi, ditundukkan dan ditindas. Terutama para ibu harus membayar harga konflik dan penindasan dengan lebih keras,” lanjut laporan tersebut.

Selain itu, upaya kudeta yang gagal dilakukan pada 2016 lalu juga menjadi momen penting dalam sejarah modern Turki. Tindakan yang diambil pemerintah Turki itu melipatgandakan beban kepada para ibu.

“Para ibu telah kehilangan anak atau nyawa mereka sendiri dalam keadaan yang menyedihkan ini,” ungkap laporan tersebut.

Salah satu surat berasal dari Sacide Bozan, yang diberhentikan dari pekerjaannya di Kementerian Pendidikan Nasional karena menentang Gerakan Gulen.

Dia diadili selama tiga tahun, sedangkan suaminya yang juga seorang guru, ditahan selama tiga tahun atas tuduhan yang sama.