Ribuan umat Islam hadiri Shalat Id di lapangan parkir di Samarinda

Shalat Idul Adha 1443 H yang digelar Muhammadiyah di lapangan parkir Stadion Kadrie Oening Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu, dihadiri ribuan umat Muslim dari Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda Utara, dan sekitarnya.

"Selain Nabi Muhammad, nabi lain yang patut kita teladani sikap dan perilakunya adalah Nabi Ibrahim," ujar Ustaz Rifqy Rasidi saat menjadi Khatib setelah Shalat Id yang digelar oleh Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu.

Tidak terlihat pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur maupun pejabat tinggi di Pemkot Samarinda yang ikut Shalat Id di lapangan parkir Stadion Kadrie Oening tersebut.

Di Samarinda, setidaknya terdapat 11 titik yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk menyelenggarakan Shalat Id, Sabtu ini, yakni di Jalan Sirad Salman dengan Khatib Ustadz Suyatman.

Baca juga: Di 30 lokasi, ribuan jamaah Muhammadiyah Kabupaten Bogor shalat id

Baca juga: Ribuan warga Muhamadiyah Tebing Tinggi shalat id di lapangan TC

Kemudian di Perguruan Muhammadiyah Teluk Lerong dengan khatib Ustadz Arifin Suparman Babe, di lapangan parkir Stadion Kadrie Oening dengan khatib Ustadz Rifqy Rasidi, di lapangan Taman Budaya dengan Khatib Ustadz Lukman Hakim.

Lalu, di Perguruan Muhammadiyah Jalan Jakarta dengan Khatib Ustadz Baihaqi, di Perguruan Muhammadiyah Jalan Dato Iba Samarinda Seberang dengan Ustadz Suwarto Edy, di Stadion Segiri dengan Ustadz Suwoko.

Berikutnya di lapangan tenis milik Sumbermas Jalan Cipto Mangunkusumo Loa Janan Ilir dengan Khatib Ustadz Ghufron, di lapangan eks Bandara Temindung dengan Khatib Ustadz Zainal Arifin.

Berikutnya, di lapangan upacara SMPN 2/SMAN 2 Karang Asam dengan Khatib Ustadz Masumi Samadi, dan di lapangan Distrik Navigasi Jalan Gurami Selili dengan Ustadz Eko Sudarto.

Ustadz Rifqy mengajak umat Muslim meneladani Nabi Ibrahim karena berbagai hal, diantaranya sangat penyabar dan taat menjalankan perintah Allah, seperti perintah menyembelih anaknya, yakni Nabi Ismail, walau kemudian Allah menukar Ismail dengan kambing, sehingga yang disembelih Ibrahim adalah kambing.

"Kami juga mengajak kaum Muslimin menghargai perbedaan, karena keberagaman itu adalah keindahan. Hal yang paling penting adalah tidak menyalahkan orang lain yang berbeda, apapun perbedaannya," ujar Rifqy.*

Baca juga: Warga Muhammadiyah Surabaya gelar Shalat Idul Adha di berbagai lokasi

Baca juga: Umat Muslim di Makassar padati lokasi shalat Idul Adha 1443 Hijiriah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel