Ribuan Warga Depok Tertunda Dapatkan Vaksinasi Serentak 11 Kecamatan di Depok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Depok telah melakukan penghitungan selama dua hari pelaksanaan Gebyar Vaksinasi serentak di 11 Kecamatan. Tercatat Ribuan warga mengalami penundaan penerimaan vaksinasi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 Kota Depok hingga kemarin telah mengalami peningkatan. Dari target 1.613.557 sasaran, telah dilaksanakan vaksinasi dosis pertama sebanyak 537.091 orang atau 33,28 persen.

“Vaksinasi dosis kedua baru mencapai 349.978 orang atau 21,68 persen,” ujar Idris. Jumat (3/9/2021).

Untuk pemberian dosis ketiga pada SDM kesehatan, lanjut Idris, telah diberikan sebanyak 6.103 orang atau 0,38 persen. Adapun sasaran yang telah mendapatkan pelayanan vaksinasi tersebut, merupakan SDM Kesehatan, lansia, petugas publik, masyarakat rentan dan umum, remaja lebih dari 12 tahun, dan pelajar.

“Adapun yang mengalami penundaan pada gebyar vaksinasi pada hari kedua sebanyak 1.143 orang atau 5,05 persen dari 22.619 orang yang mendaftar,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, penundaan tersebut disebabkan memiliki kontraindikasi untuk tidak dilakukan vaksinasi, seperti usia dibawah 12 tahun, memiliki komorbid, kondisi sedang sakit, serta belum tiga bulan sejak terkonfirmasi Covid-19.

Idris juga meminta, warga yang telah divaksinasi tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Warga dapat memakai masker ketika keluar rumah, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” terang Idris.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Patuhi Kebijakan PPKM

Seorang guru menerima vaksin COVID-19 di dalam ruang kelas SDIT Al Muhajirin, Depok, Selasa (18/5/2021). Sebanyak 2.000 guru di wilayah Depok divaksinasi dalam rangka persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru Juli mendatang. (merdeka.com/Arie Basuki)
Seorang guru menerima vaksin COVID-19 di dalam ruang kelas SDIT Al Muhajirin, Depok, Selasa (18/5/2021). Sebanyak 2.000 guru di wilayah Depok divaksinasi dalam rangka persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru Juli mendatang. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain itu, sambung Idris, warga dapat mematuhi kebijakan PPKM terutama untuk menghindari kerumunan dan kepatuhan terhadap persentase kegiatan di tempat umum. Keberhasilan melawan pandemi Covid-19 sangat tergantung kepada kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan secara optimal.

“Semua itu tergantung dari diri kita dalam disiplin protokol kesehatan guna terhindar dari Covid-19,” ucap Idris.

Adapun capaian vaksinasi pada gebyar vaksinasi di 11 Kecamatan, berdasarkan data pada Kamis (2/9/2021), cakupan vaksinasi tertinggi berada pada Kecamatan Cimanggis. Kecamatan tersebut total sasaran yang terdaftar sebanyak 2.710 orang.

“Dari total pendaftaran, Kecamatan Cimanggis dapat melayani vaksinasi sebanyak 2.580 orang atau 95,20 persen,” pungkas Idris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel