Ribuan Warga di Trenggalek Terdampak Banjir dan Longsor

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir dan longsor di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Kamis kemarin, menyebabkan 3.395 kepala keluarga atau 8.104 jiwa terdampak. Banjir terjadi karena luapan air di Sungai Kalitengah dan Sungai Gading.

"Pusat Pengendal Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan hingga Sabtu (5/11), banjir sempat menggenangi rumah warga dengan ketinggian muka air 15 hingga 100 sentimeter, kondisi terkini banjir telah surut," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada wartawan.

Wilayah terdampak meliputi Desa Karanggandu, Desa Prigi, Desa Sawahan dan Desa Tasikmadu yang berada di Kecamatan Watulimo. Selain itu juga berdampak pada Desa Tawing, Desa Bangun, Desa Munjungan dan Desa Bendoroto pada wilayah Kecamatan Munjungan.

"Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, dilaporkan sebanyak 24 unit rumah alami rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang dan 26 unit rumah alami rusak ringan serta satu unit sarana pendidikan ikut terdampak. Selain itu juga menyebabkan lima unit jembatan alami rusak berat, serta Jalur Kampak–Munjungan tertutup material longsor," lanjutnya.

Pada saat kejadian, BPBD Kabupaten Trenggalek bersama tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan penanganan bencana, seperti melakukan pendataan, evakuasi dan melakukan pemantauan debit air.

Upaya berikutnya menyediakan dapur umum di Desa Tawing dan membangun jembatan darurat penghubung antar Kecamatan Watulimo dan Kecamatan Munjungan untuk akses bagi warga Desa Sawahan yang sebelumnya sempat terisolir. Selanjutnya penanganan material longsoran menggunakan alat berat di Jalur Kampak–Munjungan sehingga sudah dapat dilewati. [cob]