Ribuan Warga Eropa Unjuk Rasa Dukung Pembebasan Palestina

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mendukung warga Palestina di kota-kota besar Eropa termasuk London, Berlin, Madrid dan Paris, Sabtu 15 Mei 2021. Aksi demonstrasi ini dilakukan untuk memprotes kekerasan yang terjadi antara Israel dan militan Hamas di Gaza.

Di London, ribuan pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan "Hentikan Pengeboman Gaza" dan nyanyian "Bebaskan Palestina" di Marble Arch, dekat Taman Hyde, ibu kota Inggris. Mereka berjalan kaki menuju kedutaan Israel.

Penyelenggara mengklaim sebanyak 100.000 orang telah berkumpul untuk demonstrasi tersebut, meskipun polisi London mengatakan mereka tidak dapat mengonfirmasi angka apa pun.

"Kelompok itu tersebar di daerah yang luas, sehingga tidak mungkin menghitung mereka," kata juru bicara Kepolisian Metropolitan seperti dilansir dari Channel News Asia, Minggu 16 Mei 2021.

"Kali ini berbeda. Kali ini kami tidak akan ditolak lagi. Kami bersatu. Kami sudah muak dengan penindasan," kata Duta Besar Palestina di London, Husam Zomlot, kepada para demonstran.

Simon Makepace, seorang akuntan berusia 61 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa dia bergabung dengan aksi demonstrasi, karena seluruh dunia harus melakukan sesuatu, termasuk Inggris.

Dia mengkritik Amerika Serikat, yang menurutnya mendukung Israel secara tidak adil, dan mendesak Washington untuk "membuat perdamaian dan menghentikan apa yang terjadi".

Di Madrid, sebanyak 2.500 orang, banyak dari mereka kaum muda berbendera Palestina, turun ke alun-alun Puerta del Sol di pusat kota. "Ini bukan perang, ini genosida," teriak mereka.

"Mereka membantai kami," kata Amira Sheikh-Ali, 37 tahun asal Palestina.

"Kami ingin meminta Spanyol dan otoritas Eropa untuk tidak bekerja sama dengan Israel, karena dengan diam mereka, mereka bekerja sama," kata Ikhlass Abousiane, perawat berusia 25 tahun asal Maroko.

Sementara itu, ribuan orang juga berdemonstrasi di Berlin dan kota-kota Jerman lainnya menyerukan pembebasan rakyat Palestina. Tiga aksi demonstrasi diizinkan di distrik kelas pekerja Neukoelln selatan Berlin, rumah bagi sejumlah besar orang keturunan Turki dan Arab.

Para pengunjuk rasa meneriakkan "Boikot Israel" dan melemparkan batu dan botol ke arah polisi, yang menyebabkan beberapa orang ditangkap.

Protes lainnya diadakan di Frankfurt, Leipzig dan Hamburg.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel