Ricciardo Akan All Out Bantu Renault Rebut P3 Konstruktor

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 3 menit

Sejumlah pertanyaan mencuat seiring dengan semakin dekatnya Ricciardo meninggalkan Renault untuk menuju McLaren seusai F1 2020 berakhir nanti.

Yang paling menonjol tak lain apakah pembalap Australia itu tidak merasa aneh, melawan calon timnya di masa depan demi memastikan Renault merebut posisi ketiga (P3) klasemen akhir konstruktor di F1 2020.

Menjelang empat lomba terakhir, Renault berada di peringkat ketiga dengan 135 poin. Tim pabrikan asal Prancis itu hanya unggul satu poin masing-masing dari calon timnya, McLaren di posisi keempat dan Racing Point-BWT di peringkat kelima.

“Tidak ada yang aneh. Saya sudah memikirkan atau ditanya hal ini sebelumnya,” ucap Ricciardo. “Saya sudah membuat janji – kepada tim (Renault) dan diri sendiri – akan melakukan segalanya yang terbaik sampai finis di Abu Dhabi (lomba terakhir, ke-17). Saya tidak main-main.”

Juara dunia konstruktor sudah pasti direbut Tim Mercedes-AMG Petronas di GP Emilia Romagna, lomba ke-13, 1 November 2020 lalu.

Dengan maksimal 176 poin yang bisa direbut setiap tim dalam empat lomba tersisa, Renault yang kini mengoleksi 135 poin sejatinya masih mungkin mengejar Red Bull Racing yang saat ini di posisi kedua dengan 226 poin.

Baca Juga:

GP Turki, “Match Point” Pertama Hamilton untuk Gelar F1 Ketujuh Binotto Akan Absen dari GP Turki

“Jujur, saya yakin, jika McLaren melihat dan mereka yang berstatus pembalap sejati di sana, akan menghargai dan menghormati apa yang saya lakukan saat ini,” ucap pembalap asal Australia itu.

“Kedekatan dan loyalitas saya kepada Renault sampai akhir harus dihargai dan dipahami semua pihak, termasuk McLaren.”

Ricciardo pindah ke McLaren setelah tim tersebut kehilangan Carlos Sainz Jr yang direkrut Ferrari untuk F1 musim 2021. Dengan begitu, Ricciardo akan menjadi rekan setim Lando Norris di McLaren yang musim depan akan menggunakan power unit dari Mercedes.

Di sisi lain, Renault berhasil mendatangkan kembali Fernando Alonso – juara dunia F1 2005 dan 2006 – hingga membuat persaingan di papan tengah F1 musim depan bakal sengit.

“Tahun depan, saat masuk lembaran baru, semua akan saya berikan untuk McLaren,” kata Ricciardo. “Namun sebelum itu, saya akan bertarung habis-habisan untuk Renault.”

Usai finis P3 di Imola (GP Emilia Romagna) – podium keduanya musim ini setelah GP Eifel – Ricciardo berada di peringkat keempat klasemen sementara. Menjelang empat lomba terakhir, Ricciardo unggul 10 poin atas Charles Leclerc, pembalap Ferrari, yang berada di posisi kelima (85 poin).

Ini kali kedua Ricciardo datang ke Sirkuit Istanul Park, setelah 2011. Namun, Minggu nanti akan menjadi lomba pertama mantan pembalap Red Bull Racing itu di GP Turki.

“Sembilan tahun lalu, saya turun di latihan bebas dalam kondisi lintasan basah. Jadi, kalau nanti hujan, mungkin saya akan ingat kembali. Tapi jika trek kering, Istanbul akan menjadi pengalaman baru bagi saya,” kata Ricciardo yang pada 2011 menjadi pembalap Tim Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri).

Ricciardo sendiri tidak jadi turun berlomba di GP Turki 2011 karena Toro Rosso akhirnya lebih mempercayai Jaime Alguersuari untuk lomba.

“Karena itulah saya sangat senang bisa benar-benar berlomba kali ini, menghabiskan seluruh sesi di sini,” kata Ricciardo yang akan memulai latihan bebas pertama (FP1) GP Turki pada hari Jumat ini pukul 15.00 sampai 16.30 WIB.