Ricciardo Sarankan Perez Sering Peluk Helmut Marko

Norman Fischer
·Bacaan 2 menit

Penasihat Red Bull, Helmut Marko, merupakan salah satu sosok penting di tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris itu.

Ricciardo memiliki hubungan cukup dekat dengan Marko selama memperkuat Red Bull. Ketika ditanya apa yang harus dilakukan Perez untuk menyenangkan sosok berpengaruh itu, dia menjawab, “Cukup beri dia pelukan. Mari lihat bagaimana dia menanganinya.”

Bersama Red Bull, Perez dituntut langsung tampil cepat karena dirinya telah menunjukkan performa mengesankan sepanjang 2020. Ini juga menjadi kesempatan bagi pria Meksiko itu untuk tampil mengangkat kariernya di Formula 1.

Red Bull juga akan memperlakukan Perez dengan cara yang berbeda dari pembalap-pembalap muda mereka yang baru naik ke F1.

Seperti Ricciardo yang dipromosikan ke Formula 1 pada 2012. Ia mengaku saat itu takut ketika berbicara dengan Helmut Marko. Namun, menurutnya pria Austria tersebut sudah tak seseram dahulu.

“Helmut sudah sedikit lebih tenang dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin karena dia sudah jauh lebih dewasa, tapi saya juga mersaakan dia sedikit lebih baik,” kata Ricciardo.

“Anda akan menerima pendapat yang sangat jujur darinya. Jika Anda tidak memiliki kinerja bagus, dia akan mengatakannya kepada Anda. Apa yang perlu Anda lakukan adalah menerima kritikan yang membangun, dan terkadang tidak semuanya diungkapkan secara pribadi.”

Baca Juga:

Daniel Ricciardo Akui Sempat Panik Gegara Covid-19 Ricciardo Pamer Kepiawaian sebagai Pemain Basket Daniel Ricciardo: Tahun Baru, Tampilan Baru

Ketegasan Marko dianggap Ricciardo sebagai pemecut pembalap Red Bull agar mereka tampil lebih baik di trek. Menurutnya, seorang pembalap membutuhkan itu untuk membuatnya menyadari kesalahan.

“Helmut hanya akan mengatakan hal yang berguna untuk mengeluarkan potensi terbaik Anda. Dia mengatakannya karena dia peduli dan percaya kepada Anda,” ujar Ricciardo.

“Jika dia mengkritik Anda, maka dengan cara tertentu Anda harus melihatnya sebagai sebuah pujian.”

Petualangan Daniel Ricciardo berakhir dengan Red Bull pada akhir 2018, dan memilih bergabung dengan Renault. Tahun ini, ia akan memperkuat McLaren yang akan menggunakan power unit Mercedes.

Pada tahun lalu, Ricciardo melakukan taruhan tato dengan bos tim Renault, Cyril Abiteboul. Tapi, ia mengaku tak ingin bertaruh dengan Marko, meski ada niatan untuk melakukannya.

“Di tahun sebelumnya, Cyril menang beberapa euro dari saya, jadi dia lebih unggul dalam hal taruhan,” kata Ricciardo.

“Sebenarnya, saya tidak terlalu tertarik (bertaruh dengan Marko). Tapi, jika dia menawarkan taruhan bagus di musim mendatang, saya akan menerimanya. Itu adalah cara yang baik untuk menjaga hubungan kami.”