Ricky Johannes, Jadi Wakil Badan Futsal Nasional  

TEMPO.CO, Jakarta - Mulai Januari lalu, penyanyi dan presenter sepakbola Ricky Johannes akan lebih banyak mengurusi pembinaan futsal bagi anak anak muda. Pria yang disapa akrab Ricky Jo ini  punya jabatan struktural baru di Badan Futsal Nasional (BFN), yakni menjadi wakil ketua BFN. Selama ini, Ricky Jo banyak mengurusi soal pembinaan, sebagai  wakil ketua bidang pembinaan BFN.

Menurut Ricky, selama 14 tahun olahraga futsal sangat maju. »Yang tadinya sebagai kegiatan rekreatif, entertain dan gaya hidup, kini menjadi lebih menonjol aktifitas olahraganya dan diikuti prestasi tim nasionalnya yang lumayan bisa unjuk gigi,” kata Ricky di sela Hydro Coco Cup National Futsal Tournament di Gelanggang Olahraga Ciracas,  pada 3 Maret 2013.

Jadwal Ricky akan semakin padat karena mengikuti jadwal babak region di tujuh kota di Indonesia, diikuti 168 tim futsal mulai dari Jakarta, Makassar, Banjarmasin, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan berakhir di Jakarta pada Juni mendatang. »Sebagai wakil saya mengurusi kegiatan mencakup nasional, sementara ketua Yerico Umbas dalam lingkup internasional,” kata Ricky.

Ia menyambut gembira kegiatan turnamen yang menjadi agenda rutin organisasi futsal nasional dan menjadi ajang untuk menyeleksi bibit unggul muda yang menggerakkan prestasi futsal Indonesia.

Apakah kesibukan sebagai pengurus futsal, membuat Ricky absen tampil di Java Jazz pada 1- 3 Maret lalu? »Rencananya band Emerald mau tampil, tapi ayah saya meninggal menjelang persiapan, maka kami memutuskan tidak ikut,” kata vokalis band Emerald yang selalu menyempatkan hari libur untuk berkumpul bersama keluarganya. Dua anaknya, Chinta dan Chyanda perempuan, tapi Ricky mengaku,”Mereka punya idola pesepakbola juga.”

EVIETA FADJAR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.