Ricuh Hasil Pemilu AS, 50 Orang Ditangkap di New York

Dedy Priatmojo, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Polisi di kota Portland, Amerika Serikat, menangkap dan menyita berbagai senjata yang dibawa oleh para pengunjuk rasa yang memprotes hasil pemilu presiden AS. Gubernur Oregon, Kate Brown, menetapkan National Guard untuk menanggapi kekerasan yang meluas di malam pemilu AS.

Pihak Kepolisian Portland telah menangkap 10 orang dalam demonstrasi tersebut, setelah menyatakan kerusuhan di daerah pusat kota. Semua perkumpulan yang dinyatakan sebagai kerusuhan, terjadi di pusat kota. Kami telah melakukan 10 penangkapan," kata juru bicara Kepolisian Portland dilansir ChannelNewsAsia, Kamis, 5 November 2020.

Polisi telah dikerahkan di jalan-jalan setelah sekelompok demonstran membuat keributan dengan menghancurkan jendela-jendela etalase. Seorang pria juga ditangkap lantaran melemparkan bom molotov.

Bentrokan telah terjadi selama beberapa bulan terakhir di Portland antara polisi dengan demonstran, karena pembunuhan terhadap orang kulit Hitam Amerika oleh petugas penegak hukum di seluruh negeri.

Demonstrasi juga terjadi di beberapa kota AS lainnya pada Rabu malam waktu setempat, setelah para aktivis menuntut agar penghitungan suara dilanjutkan tanpa hambatan. Sementara Departemen Kepolisian New York (NYPD) mengatakan telah melakukan sekitar 50 penangkapan.

Melalui cuitanya di Twitter, NYPD menghargai kebebasan bicara dan hak setiap orang untuk mengekspresikan diri. Tapi prioritas utama aparat adalah menjaga keselamatan setiap orang.

"Kami mendukung hak setiap orang untuk mengekspresikan diri, tetapi menyalakan api membahayakan orang lain, tidak akan ditoleransi. Kami sedang bekerja untuk mengurangi situasi di dekat Morton Street di West Village untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terjadi," cuit NYPD di akun Twitter resminya.

Polisi menyita sejumlah senjata tajam dan kembang api yang membahayakan orang lain saat aksi kericuhan yang terjadi di tengah kota, Rabu malam.

"Membawa senjata ke dalam aksi unjuk rasa damai tidak bisa ditoleransi. Kami sedang berupaya meredakan situasi. Siapapun yang membawa senjata akan ditangkap," ungkapnya.